kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Komisi I diminta panggil Menlu & Menhan


Sabtu, 09 November 2013 / 11:37 WIB
ILUSTRASI. Cara Daftar MyPertamina di subsiditepat.mypertamina.id Buat Beli Pertalite dan Solar. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz


Sumber: TribunNews.co | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Rizal Darmaputra, Pengamat Intelejen dari LESPERSSI, meminta Komisi I DPR RI segera memanggil Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro terkait dengan berita penyadapan dari Australia dan Amerika Serikat (AS).

Rizal memandang perlu memanggil kedua menteri itu karena, keduanya memberikan pernyataan berbeda terkait dugaan penyadapan yang dilakukan kedua negara tersebut.

"Aneh dua menteri pernyataan bertentangan. Kalau Menlu cukup keras menyampaikan keberatan, menteri pertahanan bilang perlu pembuktian. Perlu diminta klarifikasi mungkin melakui forum dengar pendapat Komisi I," ujar Rizal dalam diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (9/11).

Rizal mengatakan pemanggilan tersebut karena perlu diketahui bagaimana garis pertanggungjawaban lembaga intelijen di luar negeri sehingga menimbulkan perbedaan pendapat tersebut.

Selain itu, kata dia, pemerintah harus menjelaskan informasi apa yang bocor ke tangan Amerika dan Australia dan bagaimana lembaga intelijen asing bisa beroperasi di Indonesia.

"Dipanggil aparat intelijen sampai sejauh mana tingkat kebocoran informasi, bagaimana mereka bisa beroperasi di Indonesia," kata dia. (Eri Komar Sinaga/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×