kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Komisi DPR harus terbentuk dulu sebelum kabinet


Jumat, 24 Oktober 2014 / 11:58 WIB
ILUSTRASI. Promo Hypermart Hyper Diskon Weekend Periode 12-15 Mei 2023.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Koalisi Merah Putih menilai pembentukan komisi dan alat kelengkapan dewan lebih penting ketimbang pengumuman kabinet Jokowi. Pasalnya, anggota DPR lebih dulu dilantik dibandingkan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Ya kalau kita ada yang lebih penting lagi daripada itu yaitu susunan dari anggota komisi, alat kelengkapan dan pimpinannya karena dewan itu kan lebih dulu dilantik, jadi logikanya adalah kita lebih dulu siap," kata Juru Bicara KMP Tantowi Yahya di Jakarta, Jumat (24/10).

Tantowi mengatakan DPR harus mempersiapkan diri menyongsong terbentuknya pemerintahan Jokowi.

"Jadi sebetulnya kita harus siap dulu karena kita lah mitra mereka untuk bertanya, berkonsultasi. Bahwa kita saja belum siap gimana kita mau membantu pemerintah," kata Politisi Golkar itu.

Mengenai adanya lima fraksi yang belum menyerahkan nama di komisi, Tantowi menuturkan publik dapat melihat siapa yang menghambat proses terbentuknya susunan anggota-anggota komisi.

"Kalau saya melihat situasi seperti ini akan membuat suasana itu tidak produktif. Banyak sesungguhnya yang sudah bisa dilakukan oleh para anggota dewan apabila mereka itu sudah jelas komisinya masing-masing," ujarnya. (Ferdinand Waskita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×