kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

KNKT: ELT Pesawat ATR yang Hilang Kontak Rusak Akibat Menabrak Lereng Gunung


Minggu, 18 Januari 2026 / 10:12 WIB
KNKT: ELT Pesawat ATR yang Hilang Kontak Rusak Akibat Menabrak Lereng Gunung
ILUSTRASI. Pesawat ATR 42-500 (Pesawat ATR 42-500/KOMPAS.COM) KNKT sebut alat pemancar sinyal darurat milik pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang hilang kontak, rusak akibat menabrak lereng gunung.


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa Emergency Locator Transmitter (ELT) atau alat pemancar sinyal darurat milik pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang hilang kontak, rusak akibat menabrak lereng gunung. 

“ELT rusak akibat pesawat menabrak lereng,” kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (18/1/2026). 

Oleh karena itu, ELT pada pesawat tersebut tidak berfungsi. Dikutip dari Kompas.com yang melansir laman Aircraft Owners and Pilots Association, ELT adalah perangkat penentu lokasi pesawat yang merupakan bagian dari standar peralatan di pesawat. 

ELT dipasang di belakang pesawat, dan dirancang untuk dipicu saat benturan atau dapat diaktifkan secara manual menggunakan sakelar jarak jauh dan indikator panel kontrol di kokpit.

Jika terjadi kecelakaan pesawat, perangkat ini dirancang untuk mengirimkan sinyal marabahaya pada frekuensi tertentu. Di sisi lain, Soerjanto belum mengetahui penyebab pesawat ATR ini hilang kontak. 

Baca Juga: KPK Buka Suara Soal Rencana Pemerintah Bangun Rusun di Meikarta

“Penyebabnya belum, masih terlalu dini,” ujar dia. 

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Mohammad Syafii mengungkapan, pencarian melalui udara terhadap pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak dilanjutkan pada hari ini, Sabtu (17/1/2026). 

Keputusan ini diambil mengingat cuaca di sekitar pencarian di Kabupaten Maros pada Sabtu kemarin tak mendukung. 

"Setelah terbang di sana, memang karena kondisi cuaca yang in-out nabrak awan keluar awan, sehingga pencarian dari udara belum maksimal dan akan dilanjutkan besok pagi," kata Syafii dalam tayangan Kompas TV, Sabtu. 

Selain itu, pencarian udara pada malam hari juga tidak akan maksimal. Namun demikian, pencarian lewat jalur darat bersama dengan masyarakat terus dilakukan oleh tim. 

Adapun pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melintasi wilayah Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). 

Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Berdasarkan jadwal penerbangan, pesawat seharusnya mendarat sekitar pukul 12.20 WITA. Namun, hingga melewati waktu pendaratan yang ditentukan, pesawat belum juga tiba di Makassar dan keberadaannya tidak dapat dipastikan.

Baca Juga: Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros Dilanjutkan Pagi Ini

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/18/09153371/knkt-elt-pesawat-atr-yang-hilang-kontak-rusak-akibat-tabrak-lereng.

Selanjutnya: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Minggu (18/1/2026) Kompak Turun

Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Minggu (18/1/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×