Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi secara tahunan (year on year/yoy) pada Juli 2026. Dari 38 provinsi, inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat, sedangkan yang terendah tercatat di Papua Selatan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, Papua Barat mencatat inflasi tahunan sebesar 5,47%, tertinggi secara nasional. Sementara itu, Papua Selatan menjadi provinsi dengan inflasi terendah, yakni 1,46%.
"Seluruh provinsi mengalami inflasi pada Juli 2026," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: BPS: Nilai Tukar Petani Naik 0,15% atau 127,84 Pada Juni 2026
Secara regional, di Pulau Sumatera inflasi tertinggi terjadi di Aceh sebesar 5,38%, sedangkan yang terendah berada di Lampung sebesar 1,76%.
Di Pulau Jawa, Jawa Timur menjadi provinsi dengan inflasi tertinggi sebesar 2,87%, sementara Banten mencatat inflasi terendah sebesar 2,49%.
Untuk wilayah Kalimantan, inflasi tertinggi tercatat di Kalimantan Tengah sebesar 4,32%, sedangkan yang terendah terjadi di Kalimantan Utara sebesar 2,00%.
Di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,01%, sementara Bali menjadi yang terendah dengan inflasi 2,42%.
Sementara itu, di Sulawesi, inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Tenggara sebesar 3,43%, sedangkan Sulawesi Barat mencatat inflasi terendah sebesar 2,00%.
Adapun di wilayah Maluku dan Papua, Papua Barat mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,47%, sedangkan Papua Selatan menjadi yang terendah dengan inflasi 1,46%.
Secara nasional, setelah Papua Barat, provinsi dengan inflasi tertinggi adalah Aceh sebesar 5,38%, Papua Pegunungan sebesar 4,64%, Kalimantan Tengah sebesar 4,32%, dan Papua Barat Daya sebesar 4,29%.
Sementara itu, lima provinsi dengan inflasi terendah adalah Papua Selatan (1,46%), Lampung (1,76%), Kalimantan Utara (2,00%), Sulawesi Barat (2,00%), dan Bali (2,42%).
Adapun inflasi secara tahunan pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,88% yoy. Inflasi ini tercatat lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 3,34% yoy, namun lebih tinggi dari periode sama tahun lalu yang sebesar 2,37% yoy.
Baca Juga: BPS Catat Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$ 0,45 Miliar Pada Juni 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
