kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

KKP siapkan sektor untuk kembangkan korporasi nelayan


Selasa, 06 Oktober 2020 / 18:29 WIB
ILUSTRASI. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memegang seekor lobster mutiara di penangkaran lobster Saung Naga Soedirman di Banten.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan sektor pengembangan korporasi pertanian. Terdapat sejumlah sektor yang disiapkan oleh KKP.

Model korporasi tersebut akan diterapkan pada perikanan budidaya mau pun perikanan tangkap.

"KKP sekarang fokus untuk membangun model bisnis baik itu di budidaya maupun di tangkap, dan juga di pasarnya," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo usai rapat terbatas, Selasa (6/10).

Edhy bilang, saat ini perikanan budidaya akan dikembangkan. Salah satu yang akan dikembangkan adalah usaha tambak perikanan.

Baca Juga: Menko Airlangga yakin RUU Cipta Kerja bisa dorong pemerintahan lebih efisien

Selain tambak, Edhy juga mengungkapkan skema bioflok udang yang dapat dilakukan oleh anak muda. Nantinya kedua usaha tersebut dapat dimanfaatkan masuk dalam korporasi petani.

Perikanan tangkap juga akan didorong untuk masuk dalam skema korporasi petani. Dengan skema tersebut Edhy berharap kapal kecil nelayan dapat naik kelas menjadi lebih besar.

"Kami yang akan fokuskan (kapal) di bawah 5 GT ini. Kita harap, kita akan naikkan kelas dan sedang kami data," terang Edhy.

Saat ini jumlah kapal kecil penangkap ikan sebanyak 600.000 kapal dimana setengahnya tidak bermesin. Sementara kapal dengan kapasitas di atas 40 GT hanya sebanyak 10.000 kapal.

Selanjutnya: Pemerintah akan tetapkan harga swab tes maksimal Rp 900.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×