kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

KIP minta kondisi bencana diinformasikan akurat


Sabtu, 15 Februari 2014 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Citilink


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Rumadi meminta badan publik untuk sesegera mungkin menyampaikan informasi akurat mengenai kondisi bencana kepada masyarakat. Badan publik bisa dianggap bersalah jika terlambat atau tidak akurat dalam memberikan informasi terkait bencana alam yang terjadi di Indonesia.

"Jika ada informasi kategori serta-merta terkait dengan bencana yang tidak diinformasikan atau diinformasikan secara tidak akurat, maka badan publik itu bisa dianggap melakukan kesalahan," kata Rumadi dalam pernyataan tertulis, Sabtu (15/2/2014).

Rumadi menjelaskan, rentetan bencana alam yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini menuntut kecepatan dan keakuratan informasi mengenai situasi terkini di lokasi bencana. Atas dasar itu, ia tidak menemukan alasan jika ada badan publik yang menunda menyampaikan informasi yang sebenarnya telah dikuasai.

Secara pribadi, ia mengapresiasi badan publik yang responsif memberikan informasi pada saat bencana banjir atau meletusnya Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, atau meletusnya Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur. Ia menilai informasi yang diberikan badan publik relatif baik walau masih ada kekurangan di beberapa sisi.

"Serentetan bencana di Indonesia menuntut adanya informasi yang cepat dan akurat agar tidak menimbulkan banyak korban akibat bencana. Informasi itu masuk kategori informasi publik yang harus segera diumumkan," kata dia. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×