kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Keyakinan Konsumen Naik Tipis, Masyarakat Masih Ngerem Belanja


Selasa, 11 April 2023 / 19:06 WIB
Keyakinan Konsumen Naik Tipis, Masyarakat Masih Ngerem Belanja
ILUSTRASI. Pengunjung?memilih produk minuman sirop pada sebuah gerai ritel modern di Jakarta, Jumat (31/3/2023). Keyakinan Konsumen Naik Tipis, Masyarakat Masih Ngerem Belanja.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Keyakinan konsumen pada Maret 2023 terpantau meningkat bila dibandingkan bulan sebelumnya. Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2023 sebesar 123,3 atau naik 0,9 poin dari 122,4 pada Februari 2023. 

Meski begitu, peningkatannya hanya tipis. Padahal, pada bulan Maret 2023 sudah memasuki bulan Ramadan yang biasanya masyarakat makin getol untuk konsumsi. 

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengungkapkan, kecilnya peningkatan IKK pada bulan Maret 2023 tersebut disebabkan oleh masyarakat yang hati-hati dalam melakukan konsumsi. 

"Memang masyarakat masih hati-hati. Mereka cukup perhitungan dalam melakukan pengeluaran, sehingga IKK naiknya sedikit," terang David kepada Kontan.co.id, Selasa (11/4). 

Baca Juga: BI: Masyarakat Makin Optimistis Terhadap Kondisi Ekonomi Saat Ini

Selain itu, David juga melihat daya beli sejumlah masyarakat masih tertahan. Ini karena belum adanya kenaikan gaji di sejumlah lini bisnis. 

Juga, ada indikasi daya beli masyarakat di luar Pulau Jawa yang terganggu akibat penurunan harga komoditas. 

Akan tetapi, David menegaskan peningkatan yang sedikit ini tak kemudian menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat tak bergulir. 

"Nanti setelah mereka mendapatkan tunjangan hari raya (THR), juga ada momen Idul Fitri, ini akan meningkatkan konsumsi dan juga IKK," tambah David. 

David pun mengimbau, untuk menjaga keyakinan masyarakat akan ekonomi saat ini dan ke depan, sejumlah hal perlu diperhatikan oleh pemerintah. 

Pertama, menggenjot investasi yang bermuara pada penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak. 

Baca Juga: Menguat Hari Ini, Simak Proyeksi Rupiah di Perdagangan Rabu (12/4)

Bila banyak tenaga kerja yang terserap, berarti banyak masyarakat yang mengalami kenaikan pendapatan. ini akan mendorong konsumsi dan kepercayaan masyarakat. 

Kedua, menjaga tingkat inflasi terutama inflasi pangan yang erat kaitannya dengan aktivitas konsumsi masyarakat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×