kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Kewajiban Neto Investasi Internasional Meningkat, Ketahanan Eksternal Aman?


Senin, 08 Desember 2025 / 18:13 WIB
Kewajiban Neto Investasi Internasional Meningkat, Ketahanan Eksternal Aman?
ILUSTRASI. Bank Sentral Tahan Suku Bunga —Logo Bank Indonesia (BI) di gedung BI, Jakarta, Rabu (23/4/2025). Bank Indonesia (BI) melaporkan kewajiban neto mencapai US$ 262,9 miliar, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang US$ 244,5 miliar.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada kuartal III 2025 kembali mencatat kenaikan kewajiban neto. Bank Indonesia (BI) melaporkan kewajiban neto mencapai US$ 262,9 miliar, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 244,5 miliar.

Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menjelaskan, kenaikan kewajiban neto ini terutama dipicu oleh meningkatnya kewajiban finansial.

Aliran masuk penanaman modal asing langsung (FDI), tambahan portofolio non-residen pada surat berharga negara (SBN) dan instrumen korporasi ikut mendorong kenaikan tersebut.

Baca Juga: Ekonom Ingatkan Risiko Utang Swasta di Tengah Kenaikan Kewajiban Neto PII Indonesia

“Penerbitan global bond juga berkontribusi pada meningkatnya posisi PII, seiring bertambahnya kepemilikan asing atas instrumen investasi pemerintah,” ujar Banjaran kepada Kontan, Senin (8/12/2025).

Meski kewajiban neto naik, Banjaran menilai ketahanan eksternal Indonesia masih aman. Rasio PII terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat 18,3%, atau masih berada dalam kisaran target BI di level 17%–18%.

Selain itu, 93,1% struktur kewajiban Indonesia merupakan instrumen jangka panjang, terutama investasi langsung, sehingga memberikan stabilitas lebih kuat.

“Struktur kewajiban Indonesia masih ditopang oleh porsi FDI jangka panjang yang stabil, bukan utang jangka pendek,” tegasnya.

Baca Juga: BI: PII Indonesia Kuartal II-2025 Catat Kewajiban Neto Naik Jadi US$ 244,3 Miliar

Banjaran memperkirakan kewajiban neto PII masih akan meningkat secara bertahap ke depan. Peningkatan tersebut sejalan dengan kebutuhan penerbitan surat berharga, pembiayaan hilirisasi, serta peluang investasi baru yang muncul dari strategi pemerintah menarik arus modal masuk.

Ia menambahkan, apabila kondisi global membaik dan fundamental domestik lebih solid—yang tercermin pada stabilitas nilai tukar rupiah dan tren inflow positif—maka valuasi kewajiban dapat menurun sehingga posisi PII menjadi lebih sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×