kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ketum Kadin Beberkan Hubungan Perang di Ukraina dengan Kenaikan Harga Minyak Goreng


Rabu, 16 Maret 2022 / 14:07 WIB
Ketum Kadin Beberkan Hubungan Perang di Ukraina dengan Kenaikan Harga Minyak Goreng
ILUSTRASI. Seorang pengunjung memilih minyak goreng yang dijual di supermarket di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/12/2021). Ketum Kadin Beberkan Hubungan Perang di Ukraina dengan Kenaikan Harga Minyak Goreng.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

Sama seperti minyak bunga matahari, karena konflik komoditi gandum ikut tersendat distribusinya keluar dari negara tersebut.

Arsjad sempat bertemu dengan Menteri Hungaria untuk menanyakan mengenai suplai gandum ke Indonesia. Sayangnya pihak pemerintah Hungaria telah memberlakukan pembatasan ekspor komoditi gandum.

Baca Juga: Rachmat Gobel Sebut DPR Pertimbangkan Pembentukan Pansus Minyak Goreng

"Saya tanya bagaimana kalau Hungaria produksi gandum, apakah Indonesia bisa mengambil alternatif dan mengambil barang dari sana. Apa yang dikatakannya? mohon maaf pemerintah kami baru saja membuat keputusan bahwa kami tidak bisa ekspor gandum yang paling utama adalah untuk negara kami dan yang kedua adalah untuk negara di Eropa," cerita Arsjad.

Ia menegaskan kondisi-kondisi tersebut kini menjadi tantangan tak hanya bagi Indonesia tapi juga negara lain di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×