kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.871.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.445   -75,00   -0,45%
  • IDX 7.107   66,36   0,94%
  • KOMPAS100 1.034   12,73   1,25%
  • LQ45 806   9,73   1,22%
  • ISSI 223   1,91   0,86%
  • IDX30 421   5,94   1,43%
  • IDXHIDIV20 502   10,81   2,20%
  • IDX80 116   1,41   1,23%
  • IDXV30 120   2,66   2,27%
  • IDXQ30 138   2,04   1,50%

Ketua IAEI: Keuangan syariah harus eksis karena dibutuhkan oleh industri


Rabu, 06 Maret 2019 / 14:44 WIB
Ketua IAEI: Keuangan syariah harus eksis karena dibutuhkan oleh industri


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Bambang Brodjonegoro melihat perkembangan ekonomi syariah ke depan semakin membaik terutama melalui fintech dan e-commerce.

"Semakin banyak platform penyedia hotel, objek wisata, maskapai penerbangan maupun wisata religi," jelas Bambang Brodjonegoro saat memberi sambutan Milad IAEI di Hotel Bidakara, Rabu (6/3).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) tersebut juga mengatakan perlu adanya integrasi kuat antara sektor riil halal dengan keuangan syariah baik perbankan maupun asuransi.

"Ingin melihat keuangan syariah eksis karena dibutuhkan oleh perkembangan industri yang semakin besar," jelas dia.

Apalagi, jemaah umrah per Desember 2018 mencapai 256.700. Menduduki peringkat kedua, setelah Pakistan yang mencapai 426.900. Sehingga pasar ekonomi syariah di Indonesia yang berbasis sektor riil dan halal cukup besar. Sejalan dengan perkembangan ekonomi digital.

Lebih lanjut, wujud nyata integrasi sektor perbankan dengan sektor riil adalah sudah terbentuknya komite nasional keuangan syariah atau KNKS yang merupakan wujud komitmen pemerintah mengembangkan ekonomi keuangan syariah Indonesia secara serius dengan pemangku kepentingan. 

KNKS berperan menyamakan persepsi dan sinergi antara regulator pemerintah dan industri keuangan syariah untuk menciptakan keuangan syariah yang selaras dan progresif untuk perkembangan ekonomi indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×