kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.888   12,00   0,07%
  • IDX 6.333   64,71   1,03%
  • KOMPAS100 829   7,01   0,85%
  • LQ45 629   3,52   0,56%
  • ISSI 220   3,07   1,42%
  • IDX30 352   0,89   0,25%
  • IDXHIDIV20 428   -0,85   -0,20%
  • IDX80 95   0,79   0,84%
  • IDXV30 118   0,38   0,32%
  • IDXQ30 112   -0,03   -0,02%

Ketidakpastian Masih Membayangi Ekonomi Global, BI Siapkan Strategi Ini


Kamis, 19 Oktober 2023 / 05:55 WIB
Ketidakpastian Masih Membayangi Ekonomi Global, BI Siapkan Strategi Ini
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, ada sejumlah ketidakpastian global yang perlu diwaspadai. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian masih membayangi ekonomi global. Gubernur Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, ada sejumlah ketidakpastian global yang perlu diwaspadai.

"Seperti ketegangan geopolitik, fragmentasi geoekonomi, serta implikasi cuaca ekstrem," terang Perry dalam video yang diunggah di kanal Instagram BI, Rabu (18/10). 

Dalam menghadapi ketidakpastian tersebut, Perry mengaku Indonesia tak bisa hanya mengandalkan satu kebijakan saja.

Dengan demikian, perlunya bauran kebijakan untuk menghalau dampak rambatan ketidakastian ke Indonesia. 

Baca Juga: BI Diproyeksi Masih Tahan Suku Bunga di Level 5,75%

Bauran kebijakan tersebut adalah suku bunga acuan, kebijakan makroprudensial, kebijakan stabilisasi nilai tukar, juga koordinasi kuat antar otoritas. 

Selain itu, perlu juga upaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri lewat tiga cara. 

Pertama, membuka kesempatan investasi. Kedua, hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (SDA). 

Ketiga, mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan mengembangkan pembayaran lintas batas untuk memperluas pasar. 

Hal tersebut juga disampaikan oleh Perry dalam rangkaian pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) yang diselenggarakan pekan lalu di Maroko. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×