kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kerjasama Indonesia Korea alot dibahasan investasi


Selasa, 17 Juni 2014 / 10:00 WIB
ILUSTRASI. Anggur hitam bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemerintah Republik Indonesia (RI) masih terus berunding dengan Pemerintah Korea Selatan terkait kerjasama Indonesia Korea Comprehensive Economic Agreement (IK-CEPA).
Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengatakan perundingan sejauh ini masih alot terkait permintaan RI agar poin investasi masuk dalam kerjasama IK-CEPA.

"Kami tak ingin kerjasama ini hanya fokus pada sisi perdagangan antar kedua negara, tapi juga mendorong agar Korea berinvestasi di Indonesia," ujar Bayu kepada KONTAN, Kamis (12/6) lalu.
Bayu bilang pemerintah RI sadar bahwa perdagangan menjadi agenda penting Pemerintah Korea dalam IK-CEPA.

Namun Indonesia juga harus mampu memperjuangkan agar Korea mau investasi sehingga tidak sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar hasil produk negeri ginseng tersebut.

Selain itu, Bayu memastikan pemerintah tidak akan mengambil keputusan apapun dalam perundingan IK-CEPA selama poin kerjasama masih merugikan Indonesia. Kegigihan Indonesia mendorong agar Korea berinvestasi bukan tanpa alasan. Melihat kondisi yang ada saat ini, membuka sektor perdagangan dalam kerjasama ini sama saja dengan memberi keuntungan sepihak kepada Korea.

Bayu merujuk pada sektor manufaktur dan otomotif yang menjadi andalan Korea jelas lebih besar ketimbang sektor pertanian yang menjadi unggulan Indonesia. "Sejak awal Pemerintah Korea pun sudah tahu bahwa Indonesia ingin investasi menjadi prioritas dalam kerjasama ini, namun pembahasannya masih alot," ujar Bayu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×