kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   -74,00   -0,44%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Kepres perubahan anggaran kementerian bakal terbit


Selasa, 28 Oktober 2014 / 19:26 WIB
Kepres perubahan anggaran kementerian bakal terbit
ILUSTRASI. Princess Hours, salah satu drama Korea perjodohan romantis yang legendaris dan menceritakan tentang kisah cinta perjodohan di kerajaan.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Untuk mengatasi persoalan anggaran terkait perubahan nomenklatur kementerian yang dilakukan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), pemerintah akan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres).

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk berjalannya anggaran kementerian selama sisa dua bulan terakhir 2014 maka pemerintah perlu membuat landasan hukum. Yang akan menjadi landasan hukum adalah Kepres yang menyangkut aspek anggaran.

Dirinya menjelaskan, dalam kepres ini akan diatur penggunaan anggaran bagi kementerian yang mengalami perubahan nama. Masing-masing unit eselon satu tiap kementerian mempunyai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) masing-masing. Nah, DIPA ini yang nantinya bisa digunakan untuk tiap-tiap kementerian.

"Tapi di Kepres perlu ada penjelasan mengapa masa peralihan harus diikuti pihak yang melakukan pemisahan atau penggabungan tadi," ujar Bambang, Selasa (28/10).

Untuk anggaran kementerian 2015 sendiri, Bambang mengakui akan membuat rincian anggaran secara lengkap dan disesuaikan dengan prosedur di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Yang saat ini perlu segera diselesaikan adalah anggaran kementerian pada masa berjalan 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×