kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.720   12,00   0,07%
  • IDX 6.531   4,83   0,07%
  • KOMPAS100 849   0,27   0,03%
  • LQ45 644   -1,08   -0,17%
  • ISSI 229   0,74   0,32%
  • IDX30 359   -0,50   -0,14%
  • IDXHIDIV20 436   -1,21   -0,28%
  • IDX80 97   0,07   0,07%
  • IDXV30 121   -0,15   -0,13%
  • IDXQ30 114   -0,34   -0,30%

Kenaikan uang masuk SD Cirebon dan Aceh tertinggi


Senin, 02 September 2013 / 23:36 WIB
ILUSTRASI. Sinusitis.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa selama Agustus 2013, terjadi kenaikan biaya masuk dan biaya uang sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) menjadi 2,7%.

Kenaikan biaya uang sekolah di tingkat SD tersebut menyumbang terhadap total inflasi nasional mencapai 0,02%. “Uang sekolah SD naik, karena masuk ajaran baru. Harus dibicarakan sama guru dan komite sekolah," ujar Kepala BPS Suryamin, Senin (2/9/2013).

Dengan masuknya tahun ajaran baru, terjadi kenaikan biaya sekolah di 27 kota. Kenaikan tertinggi uang masuk SD terjadi di Cirebon dengan kenaikan 28%, disusul Banda Aceh 18%. Sedangkan untuk Sekolah Lanjutan Tinggi Atas (SLTA), kenaikan uang sekolah sebesar 1,49%. Kenaikan uang sekolah SLTA, tersebut juga menyumbang terhadap inflasi sebesar 0,02%.

Dengan masuknya tahun ajaran baru, kenaikan biaya pendidikan terjadi 25 kota. Inflasi tertinggi di SLTA Cirebon (21%) dan SLTA di Purwokerto (15%).

BPS sebelumnya mengumumkan inflasi pada Agustus 2013 mencapai 1,12%. Jika dibandingkan Juli 2013 yang mencapai 3,29 persen, terjadi penurunan.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan, inflasi Agustus 2013 paling dipengaruhi kebutuhan rumah tangga, mengingat terjadi Lebaran. Disusul bahan makanan sebesar 0,45%. Kemudian perumahan, air, listrik, gas, dan bahan sebesar bakar sebesar 0,16%. Tribunnews.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×