kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Kenaikan Harga Beras Mengangkat Inflasi Januari 2023


Minggu, 29 Januari 2023 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Pedagang beras melayani pembeli di kiosnya, di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/1/2023). Dalam beberapa bulan terakhir harga beras di Indonesia mengalami kenaikan.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri meyakini inflasi pada Januari 2023 akan melandai dari inflasi bulanan pada Desember 2022. 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan, inflasi pada awal tahun ini sebesar 0,42% month on month (MoM) atau lebih rendah dari 0,66% MoM dari bulan sebelumnya. Menurut Faisal, inflasi pangan menjadi kontributor utama dari inflasi pada Januari 2023. 

"Inflasi pangan didorong kenaikan harga beras dan harga beberapa tanaman hortikultura," tutur Faisal kepada Kontan.co.id, Sabtu (28/1). 

Selain kenaikan harga pangan, Faisal memperkirakan kenaikan harga emas juga mendorong tingkat inflasi Januari 2023. Ini seiring dengan kenaikan risiko perlambatan perekonomian global yang mendorong permintaan akan emas untuk penempatan dana. 

Baca Juga: BI Catat Inflasi 0,39% di Pekan Keempat Januari 2023

Di sisi lain, Faisal memperkirakan ada komoditas yang mampu menekan laju inflasi, yaitu pergerakan harga bahan bakar minyak (BBM). 

"Ini akibat penurunan harga Pertamax dan tarif angkutan udara yang cenderung turun," tambah Faisal. 

Dari sisi inflasi tahunan, Faisal memperkirakan inflasi tahunan akan tercatat 5,36% YoY, atau juga melandai dari inflasi tahunan Desember 2022 yang sebesar 5,51% YoY. 

Baca Juga: Kredit Kendaraan Bermotor Perbankan Tumbuh Positif di 2022, Begini Prospeknya di 2023

Meski inflasi umum melandai, Faisal melihat komponen inti malah menguat. Dia memperkirakan, inflasi inti tercatat 3,39% YoY atau lebih tinggi dari 3,36% YoY pada bulan sebelumnya. 

"Ini seiring dengan penghapusan PPKM yang akan menimbulkan peningkatan permintaan masyarakat," tandas Faisal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×