kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Kemhan dorong ekspor alutsista made in Indonesia


Kamis, 09 Agustus 2018 / 12:21 WIB
ILUSTRASI. Suasana Pameran Pinhantanas


Reporter: | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka menyehatkan neraca dagang, Kementrian Pertahanan (Kemhan) akan tingkatkan ekspor Alat Utama Sistem Pertahanan (alutsista) ke negara-negara di Afrika dan Eropa. 

"Kita sekarang sudah bekerja sama dengan BUMN dalam rangka mendorong ekspor alutsista di negara kita," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen TNI Totok Sugiharto, Kamis (9/8).

Selain itu, Alutsista lain yang potensial untuk dipasarkan ke luar negeri adalah tank hasil kerjasama dengan BUMN di Banyuwangi. Ada pula kapal yang dilengkapi dengan cannon atau meriam. Indonesia juga mampu membuat tank, yang digunakan oleh Afrika, dan negara-negara di daerah eropa.

Dengan kekampuan produksi alutsista, ketergantungan terhadap impor dapat berkurang. "Kalau impor kitaa sudah ada ketentuan nya, kita tahu bersama impor senjata harus lebih canggih, karena ada beberapa senjata yang belum bisa di produksi di Indonesia untuk kebutuhan TNI AL,TNI AD,dan TNI AU," kata Totok.

Bulan Agustus ini, Kemhan sudah meneken kontrak untuk impor 10 pesawat Sukhoi yang rencananya tahun 2019 akan dikirim ke Indonesia. "Sudah teken kontrak untuk impor 10 unit Sukhoi dengan full combat," terang Totok.

Bila kontrak tersebut sudah efektif, maka dua unit pesawat Sukhoi akan tiba dibulan Agustus ini. Dirinya juga mengungkapkan tidak ada kendala yang terjadi dalam proses impor tersebut, hanya saja perlu dirundingkan dengan pihak Kementrian dan Lembaga terkait.

"Tidak ada kendala, hanya harus di diskusikan dengan KL. Terkait ini tidak ada kaitan dengan Amerika,kita juga beli pesawat hercules, C-130 25 unit, kemudian kapal selam tinggal satu lagi yang kita beli dari Korea mudah-mudahan dalam tahun ini selesai," ujar Totok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×