kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kementerian Pertanian tolak penurunan bea masuk susu


Kamis, 15 September 2011 / 16:12 WIB
Kementerian Pertanian tolak penurunan bea masuk susu
ILUSTRASI. Cara Dirut Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) terapkan protokol kesehatan


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Rencana menurunkan bea masuk impor susu menjadi 0% ditentang Kementerian Pertanian. Kementerian Pertanian akan melayangkan surat ke Kementerian Perdagangan untuk mempertanyakan rencana itu.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Prabowo Respatiyo Caturroso mengaku sudah mendengar rencana itu dari Kementerian Perdagangan, Rabu (14/9) lalu. Menurutnya, surat itu akan dikirim Kamis (15/9). "Saya sudah tanda tangani dan akan dikirim ke Kementerian Perdagangan," katanya.

Prabowo menolak rencana Kementerian Perdagangan itu. Dia beralasan, penurunan bea masuk itu akan menjatuhkan harga susu di tingkat peternak sapi perah lokal.

Bila bea masuk tersebut ternyata diturunkan, Prabowo akan mendesak importir menyerap susu sapi perah lokal. Dia akan mengharuskan importir menyerap 10% sapi perah dari peternak lokal. "Kebijakan ini akan dibuat seperti pada importir daging yang harus serap 1 sapi tiap 5 ton daging yang diimpor dan feedloter yang harus serap 10 % sapi lokal dari jumlah impor sapi bakalannya," ujarnya.

Ketua Dewan Persusuan Nasional Teguh Boediyana juga menampik rencana penurunan bea masuk susu impor itu. Menurutnya, penurunan bea masuk ini akan dipakai Industri Pengolahan Susu (IPS) untuk menekan harga susu segar peternak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×