kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS942.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.31%
  • RD.CAMPURAN 0.18%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%

Kementerian Ketenagakerjaan ajak Muhammadiyah tingkatkan kompetensi SDM


Minggu, 18 Oktober 2020 / 13:58 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan ajak Muhammadiyah tingkatkan kompetensi SDM
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melakukan silaturahmi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (17/10).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk berkolaborasi dan mendukung peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

"Dalam isu penguatan dan peningkatan SDM Indonesia ini kami harap menjadi concern bersama. Harus ada kerja sama dan kolaborasi. Kami ingin program dan kegiatan dari Kemnaker mendapat support dari Muhammadiyah," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (17/10).

Ida menjelaskan, saat ini tantangan pengembangan SDM cukup kompleks, mulai dari angkatan kerja yang masih didominasi lulusan SMP ke bawah, tingkat produktivitas stagnan, dan tingkat daya saing yang perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Kepesertaan 310.212 penerima kartu prakerja dicabut, bagaimana nasib anggarannya?

Dia pun menerangkan, setiap tahun terdapat sekitar 2 juta hingga 2,9 juta penduduk usia kerja baru yang masuk ke pasar kerja. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19, terdapat sekitar 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja yang terdampak.

Lebih lanjut Ida bilang, sebagai upaya meningkatkan SDM Indonesia, Kemnaker menargetkan membangun 2.113 BLK Komunitas hingga tahun 2020.

"Pelatihan di BLK Komunitas ini disesuaikan dengan kebutuhan industri. Kalau dilihat, alumni BLK Komunitas ini banyak yang sukses menjadi wirausaha dan masuk pasar kerja," jelas Ida.

Menanggapi ini, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang kesehatan dan kesejahteraan Agus Taufiqurrohman mengatakan Muhammadiyah siap untuk berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan SDM Indonesia.

"Saya menyambut baik hal ini. Muhammadiyah siap berkolaborasi dan mendukung berbagai program dan kebijakan Kemnaker," ungkap dia.

Baca Juga: Program kartu prakerja tetap berkonsep semi bansos di tahun 2021

Sementara itu, Ida juga mengatakan, dalam penanganan Covid-19 Kemnaker memberikan bantuan program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja melalui jaring pengaman sosial (JPS). Di dalamnya terdiri dari program Tenaga Kerja Mandiri untuk penciptaan wirausaha dan padat karya,

"Situasi pandemi Covid-19 ini, kami menggerakkan program JPS guna mendukung produk-produk kreatif industri kecil yang pada akhirnya dapat membantu masyarakat bertahan di masa covid, bahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah," pungkas Ida.

 

Selanjutnya: Menaker Ida: Ketentuan sanksi UU Cipta Kerja diadopsi dari UU Lama

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×