kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Kementerian Imigrasi Terbitkan 1.351 Visa untuk MotoGP Mandalika 2026


Minggu, 11 Oktober 2026 / 18:55 WIB
Kementerian Imigrasi Terbitkan 1.351 Visa untuk MotoGP Mandalika 2026
ILUSTRASI. Marco Bezzecchi juarai MotoGP Indonesia 2026 (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menerbitkan 1.351 visa untuk mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9–11 Oktober 2026.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan pihaknya juga mengerahkan 50 personel tambahan di bandara, kawasan sirkuit, dan sekitarnya untuk memperkuat pelayanan serta pengawasan keimigrasian bagi pembalap, tim, dan wisatawan mancanegara.

“Kami memastikan pelayanan visa dan proses keimigrasian berjalan baik agar mereka merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman positif selama berada di Indonesia,” ujar Hendarsam dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026). 

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Bisa Jadi Mesin Baru Ekonomi dan Pariwisata NTB

Dukungan keimigrasian tersebut dilakukan di tengah target InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menghadirkan 145.000 penonton domestik maupun mancanegara. 

Untuk menunjang mobilitas pengunjung, InJourney Airports juga menyiapkan 66 penerbangan nonreguler dari dan menuju Lombok selama periode MotoGP.

InJourney menargetkan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menghasilkan dampak ekonomi hingga hampir Rp 5 triliun. 

Target tersebut bertumpu pada potensi peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi selama ajang balap internasional berlangsung.

Hendarsam menegaskan, peran Imigrasi tidak hanya terbatas pada pelayanan dokumen perjalanan dan pengawasan orang asing. Sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Imigrasi juga berfungsi sebagai fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Booth MRS Pertamina Tarik Pengunjung MotoGP Mandalika

“Di balik gemuruh mesin MotoGP, ada roda perekonomian masyarakat yang ikut bergerak. Melalui pelayanan keimigrasian yang optimal, kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya sukses menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia, tetapi juga mampu memanfaatkan momentum ini untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Hendarsam.

Ia menambahkan, Imigrasi akan terus memperkuat pelayanan dan pengawasan keimigrasian untuk mendukung berbagai agenda internasional, termasuk kegiatan olahraga dan pariwisata. 

Menurut Hendarsam, kualitas pelayanan keimigrasian turut memengaruhi pengalaman wisatawan asing sejak memasuki Indonesia.

Baca Juga: MotoGP Mandalika Dongkrak Konsumsi Avtur Bandara Lombok hingga 48%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×