Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor industri. Salah satu strateginya adalah memperkuat pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperkuat riset dan inovasi.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti saat ini Indonesia berada pada titik krusial bonus demografi, dengan penduduk usia produktif mencapai lebih dari 218 juta orang. Menperin menegaskan momentum ini mesti dimanfaatkan secara optimal untuk mengakselerasi industrialisasi dan memperluas kesempatan kerja.
“Tingkat pengangguran yang masih berada pada kisaran 5% mendorong pemerintah untuk mengambil langkah proaktif dalam memperkuat kesiapan angkatan kerja memasuki pasar kerja nasional maupun global,” kata Agus melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Jumat (28/11/2025).
Baca Juga: Kemenperin Ungkap Pemungutan Pajak Digital di Indonesia Masih Tidak Adil
Dalam konteks memperkuat SDM industri nasional, Menperin menekankan arah pembangunan pendidikan vokasi selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menegaskan penguatan pendidikan vokasi merupakan strategi utama untuk memutus rantai kemiskinan.
"Presiden menekankan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusan dapat memiliki kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di pasar global,” ungkapnya.
Hal tersebut selaras dengan Asta Cita pemerintah sebagai misi pembangunan nasional. Asta Cita menempatkan pembangunan manusia unggul, percepatan industrialisasi berbasis nilai tambah, penguatan hilirisasi berkelanjutan, serta transformasi digital dan inovasi teknologi sebagai agenda strategis.
“Semua agenda besar tersebut hanya dapat dicapai apabila Indonesia memiliki SDM industri yang kompeten, adaptif, produktif, dan siap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Menperin menambahkan, Kemenperin juga telah menyusun Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai kerangka pembangunan industri nasional ke depan. Strategi ini menempatkan transformasi industri dalam empat arah besar.
Empat arah besar itu meliputi peningkatan nilai tambah melalui industrialisasi, pembangunan industri yang lebih hijau dan berkelanjutan, percepatan penerapan teknologi digital dalam proses manufaktur, serta pembangunan industri yang inklusif agar seluruh lapisan masyarakat merasakan manfaat industrialisasi.
Dalam rangka memastikan kebutuhan SDM industri terpenuhi, Kemenperin telah membangun ekosistem vokasi yang terintegrasi melalui jaringan 13 Politeknik dan Akademi Komunitas, 9 Sekolah Menengah Kejuruan, serta 7 Balai Diklat Industri. Seluruh lembaga ini memiliki spesialisasi pendidikan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sektor industri secara langsung.
Agus juga menegaskan, Kemenperin terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri melalui kurikulum link and match, teaching factory, magang industri, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik untuk memastikan pendidikan vokasi selalu selaras dengan perkembangan teknologi terbaru.
Baca Juga: Banjir Relokasi Pabrik Digital dari Tiongkok, Kemenperin Ungkap Tantangan Pajaknya
Wisuda 2.993 Lulusan Vokasi
Sebagai bagian dari upaya dan dukungan memperkuat pendidikan vokasi, Menperin menyambut Wisuda Bersama Politeknik dan Akademi Komunitas di lingkungan Kemenperin Tahun 2025. Acara tersebut berlangsung di Politeknik AKA Bogor pada Kamis (27/11/2025).
Sebanyak 2.993 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan vokasi resmi dikukuhkan kelulusannya. Menperin mengatakan, keberhasilan meluluskan ribuan tenaga vokasi industri tersebut menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat daya saing industri manufaktur nasional, terutama di tengah percepatan transformasi industri global.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi dalam laporannya menyampaikan bahwa dari total 2.993 lulusan tahun ini, sebanyak 49,28% telah terserap bekerja, melanjutkan studi, atau menjalankan usaha mandiri.
Selain itu, sebanyak 151 lulusan Program Setara Diploma 1 yang merupakan hasil kerja sama dengan industri, seluruhnya telah terserap bekerja.
"Hal ini menjadi bukti kuat atas meningkatnya kepercayaan sektor industri terhadap kualitas pendidikan vokasi Kemenperin," kata Doddy.
BPSDMI terus mendorong transformasi kelembagaan dengan memperluas status Badan Layanan Umum (BLU) bagi Politeknik di bawah Kemenperin, serta meningkatkan akreditasi nasional dan internasional. Langkah ini diambil untuk memastikan lembaga pendidikan vokasi memiliki tata kelola yang unggul, fleksibel, dan mampu bersaing di kancah global.
Wisuda 2.993 lulusan vokasi tersebut bersamaan dengan pengukuhan dua Guru Besar baru. Menperin mengukuhkan dua Guru Besar baru, yaitu Prof. Dr. Candra Irawan, M.Si. dari Politeknik AKA Bogor dan Prof. Dr. Siti Aisyah, S.T., M.T. dari Politeknik STMI Jakarta. Keduanya memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan riset di bidang kimia bahan alam, teknik industri otomotif, serta inovasi proses industri.
Sebagai informasi, lulusan lembaga pendidikan vokasi di bawah Kemenperin telah berkiprah tidak hanya di berbagai industri dalam negeri, tetapi juga di lebih dari 15 negara di dunia. "Hal ini menunjukkan bahwa kualitas lulusan vokasi Indonesia telah mendapat pengakuan global dan menjadi salah satu kekuatan dalam meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok manufaktur dunia," tutup Agus.
Selanjutnya: Panduan Lengkap Ikut Lelang Aset KPK dalam Rangka Hakordia 2025
Menarik Dibaca: 5 Film Bertema Disabilitas Untuk Peringatan Hari Disabilitas Internasional
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













