kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.389   45,00   0,26%
  • IDX 6.920   -181,17   -2,55%
  • KOMPAS100 932   -25,24   -2,64%
  • LQ45 668   -16,05   -2,35%
  • ISSI 249   -6,69   -2,62%
  • IDX30 373   -6,93   -1,83%
  • IDXHIDIV20 458   -7,11   -1,53%
  • IDX80 105   -2,77   -2,58%
  • IDXV30 134   -2,54   -1,87%
  • IDXQ30 119   -2,21   -1,82%

Kemenkop: Industri Halal Tumbuh 6,22% pada Tahun 2025


Kamis, 30 April 2026 / 13:35 WIB
Kemenkop: Industri Halal Tumbuh 6,22% pada Tahun 2025
ILUSTRASI. Muslim Life Fest 2024 Dukung Industri Halal dan Ekonomi Syariah (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri halal tanah air tercatat tumbuh sebesar 6,2% pada tahun 2025. Angka ini lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,11% pada tahun lalu. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Kementerian Koperasi, Deva Rachman dalam puncak acara Festival Syawal di Jakarta, Kamis (30/4/2026). 

Deva menilai realitas ini menunjukan bahwa ekonomi halal bukan lagi sekadar isu sektoral atau identitas keagamaan, melainkan strategi ekonomi makro yang krusial bagi Indonesia. 

"Ekonomi halal bukan lagi isu sektoral, melainkan suatu mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhannya mencapai 6,2%, ini membuktikan daya tahan dan potensi besar yang kita miliki di tengah dinamika global," ujar Deva. 

Baca Juga: Rombongan Jemaah Haji Kloter 1 Mulai Diberangkatkan ke Makkah

Optimisme ini juga didukung oleh kinerja ekspor produk halal Indonesia yang telah menembus angka US$ 63,4 miliar. Menurut Deva, angka ekspor yang fantastis tersebut mencerminkan bahwa produk lokal memiliki daya saing yang sangat kuat dan diterima dengan baik sebagai produk unggulan di pasar internasional. 

Meski memiliki potensi pasar domestik hingga 280 juta penduduk, Deva mengakui bahwa posisi Indonesia di tingkat global masih perlu ditingkatkan. 

Menurutnya, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal standarisasi dan integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain yang lebih dulu melakukan integrasi sistem halal. 

Untuk mengakselerasi pertumbuhan tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB mendorong integrasi koperasi syariah, koperasi pesantren, hingga koperasi masjid ke dalam ekosistem halal. 

"Di Indonesia ada 800.000 masjid. Bayangkan kalau itu menjadi ekosistem halal dan perpanjangan dari badan halal nasional dan juga LPPOM MUI. Kami berharap bahwa dengan adanya ekosistem ini akan terbangun suatu ekosistem yang solid, terstruktur dan berdaya saing global," urai Deva. 

Kemenkop juga melihat tren positif di mana skema pembiayaan syariah kini mulai diminati oleh koperasi konvensional. Transformasi ini tidak hanya terjadi pada industri makanan dan minuman, tetapi juga merambah ke sektor jasa lain seperti jasa laundry syariah yang mulai bermunculan dan berkoordinasi dengan LPDB Koperasi. 

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah melalui LPDB Koperasi menargetkan penyaluran dana pembiayaan sebesar Rp 2,1 triliun pada tahun ini. Penyaluran ini difokuskan untuk memperkuat modal kerja bagi pelaku usaha melalui koperasi.

Baca Juga: Hari Ini (30/4) Batas Akhir Lapor SPT, Ini Caranya Di Coretax & Solusi Kurang Bayar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×