Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah rombongan jemaah haji kloter 1 mulai diberangkatkan ke Makkah pada, Kamis (30/4/2026).
Rencananya, sebanyak 12 kloter dengan total 4.871 jemaah gelombang pertama akan diberangkatkan bertahap. Kloter perdana berasal dari Embarkasi Yogyakarta (YIA 1), disusul Embarkasi Jakarta (JKG 1) dan kloter 1 lainnya.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga memastikan seluruh jemaah melaksanakan miqat di Masjid Bir Ali sebelum menunaikan umrah wajib di Makkah. Setibanya di Makkah jemaah mulai melaksanakan umroh wajib.
Baca Juga: Gapki Dukung Implementasi B50: Devisa Bisa Hemat Rp 172,35 Triliun
Kepala Sektor 1 Madinah Ramlan Sudarto membeberkan, proses pendorongan jemaah dari Madinah ke Masjid Bir Ali relatif berjalan lancar sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Dan yang lebih penting ketua kloter bersinergi dengan kita. Apa arahan kita harus diikuti. Alhamdulillah ini Jogja YIA 1 sangat-sangat tertib sekali,” tutur Ramlan kepada awak media, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan seluruh jemaah mengikuti arahan ketua kloter masing-masing sehingga proses persiapan keberangkatan berjalan tertib. Kondisi tersebut membuat tidak ada barang bawaan yang tertinggal setelah petugas melakukan pemeriksaan atau swiping ke setiap kamar.
Menurutnya, kelancaran proses ini dapat menjadi percontohan bagi kloter-kloter berikutnya pada pendorongan selanjutnya. Ia menambahkan, sepanjang hari itu sebanyak enam kloter dijadwalkan diberangkatkan dari Hotel Taiba dan Hotel Makarim, Madinah.
Meski demikian, ia mengakui dalam pelaksanaan tugas di lapangan tetap ada kendala, namun sejauh ini sifatnya masih minor dan bisa diselesaikan langsung oleh petugas tanpa harus dilaporkan ke tingkat daerah kerja.
Baca Juga: Jelang May Day, Kemnaker Luncurkan Program Perlindungan Buruh
Ia mengimbau seluruh jemaah agar mematuhi jadwal yang telah disampaikan melalui ketua kloter maupun ketua rombongan.
“Jadwal harus ditaati. Kalau dijadwalkan jam 5 turun, ya jam 5 turun. Jadwal jam 9, jam 9. Jangan dijadwalkan jam 5 turun, turunnya jam 6. Itu pasti akan krodit,” ungkapnya.
Terkait kondisi kesehatan jemaah, ia menyebut terdapat masing-masing satu jemaah yang mengalami sakit dari kloter KNO (Kualanamu), PLM (Palembang), dan JKG (Jakarta Pondok Gede). Ketiganya direncanakan akan diberangkatkan pada hari berikutnya setelah kondisi memungkinkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













