kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Kemenko PM Dorong Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal


Jumat, 17 April 2026 / 21:46 WIB
Kemenko PM Dorong Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal
ILUSTRASI. Kemenko PM (Dok/Kemenko PM)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat upaya optimalisasi potensi lokal melalui pengembangan modal sosial dan ekonomi desa untuk mendorong kemandirian daerah yang berkelanjutan. Salah satu implementasinya dilakukan di Kabupaten Lampung Timur dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan pembangunan daerah perlu bertumpu pada sinergi pemerintah dan masyarakat. Ia menilai pendekatan top-down tidak cukup efektif tanpa keterlibatan aktif pelaku lokal.

“Kami hadir untuk memastikan program Perintis Berdaya berjalan sesuai kearifan lokal, dengan tujuan membangun kemandirian ekonomi desa melalui penguatan peran tokoh penggerak lokal,” ujarnya, Kamis (16/4).

Baca Juga: Kemenko PM Akan Perkuat Kebijakan Industri Gim

Dalam kegiatan tersebut, Kemenko PM juga menggelar Dialog Bersama Deputi (DBD) sebagai ruang penyerapan aspirasi pelaku usaha dan pengelola koperasi. Masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan kebijakan agar lebih responsif terhadap kebutuhan lapangan.

Program pemberdayaan difokuskan pada empat pilar, yakni inovasi digital, literasi keuangan, penguatan kewirausahaan, serta pelindungan pekerja migran. Di Lampung Timur, pendekatan ini diarahkan untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan sistem perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut yang dinilai sejalan dengan visi daerah Lampung Timur Makmur. Ia optimistis kolaborasi dengan pemerintah pusat dapat mengoptimalkan potensi pertanian dan UMKM desa.

Baca Juga: Kemenko PM Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Aceh

Sementara itu, Koordinator Program ILO PROTECT untuk Migrasi Kerja, Sinthia Harkrisnowo, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan literasi bagi pekerja migran agar lebih siap dan terlindungi saat bekerja di luar negeri.

Leontinus menegaskan perlindungan pekerja migran harus dimulai dari desa dengan memperkuat jejaring sosial sebagai benteng awal perlindungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×