kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Kemenko Perekonomian: Ketidakpastian Ekonomi Global Masih Tinggi, Namun Membaik


Selasa, 28 Oktober 2025 / 13:10 WIB
Kemenko Perekonomian: Ketidakpastian Ekonomi Global Masih Tinggi, Namun Membaik
ILUSTRASI. Berbagai indeks ketidakpastian ekonomi global mulai menunjukkan perbaikan, namun levelnya masih relatif tinggi


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah terus mencermati dinamika ekonomi global meskipun sejumlah indikator menunjukkan tren penurunan volatilitas.

Deputi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menuturkan, berbagai indeks ketidakpastian ekonomi global mulai menunjukkan perbaikan, namun levelnya masih relatif tinggi dibandingkan rata-rata historis.

Hal ini terlihat dari berbagai indikator ketidakpastian yang mulai menurun, seperti VIX Index, Move Index, Global Economic Policy Uncertainty Index, serta Global Trade Policy Uncertainty Index.

"Tapi kita mencermati juga meskipun secara tren turun, tapi kalau kita secara level ini juga masih ada sedikit lebih tinggi dari rata-ratanya," ujar Ferry dalam acara Sarasehan 100 Ekonom, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Ekonomi Global Mulai Membaik meski Ketidakpastian Masih Tinggi

Ferry menyebut, kondisi ini menjadi salah satu tantangan yang harus terus dicermati dan direspons secara tepat oleh pemerintah agar tidak menimbulkan tekanan terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Selain faktor ketidakpastian global, Ferry juga menyoroti perkembangan kebijakan tarif yang dilakukan Amerika Serikat. 

Menurutnya, pemerintahan AS saat ini menggunakan tarif sebagai instrumen utama untuk meningkatkan daya tawar dalam hubungan perdagangan internasional.

"Ini yang terus dilakukan termasuk terakhir dengan pesaing kuat yaitu China. Ini juga kita monitor," kata Ferry.

Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Indonesia Sentuh Rekor Tertinggi, Investor Asing Makin Ragu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×