kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Kemenko Perekonomian: Ketidakpastian Ekonomi Global Masih Tinggi, Namun Membaik


Selasa, 28 Oktober 2025 / 13:10 WIB
Kemenko Perekonomian: Ketidakpastian Ekonomi Global Masih Tinggi, Namun Membaik
ILUSTRASI. Berbagai indeks ketidakpastian ekonomi global mulai menunjukkan perbaikan, namun levelnya masih relatif tinggi


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah terus mencermati dinamika ekonomi global meskipun sejumlah indikator menunjukkan tren penurunan volatilitas.

Deputi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menuturkan, berbagai indeks ketidakpastian ekonomi global mulai menunjukkan perbaikan, namun levelnya masih relatif tinggi dibandingkan rata-rata historis.

Hal ini terlihat dari berbagai indikator ketidakpastian yang mulai menurun, seperti VIX Index, Move Index, Global Economic Policy Uncertainty Index, serta Global Trade Policy Uncertainty Index.

"Tapi kita mencermati juga meskipun secara tren turun, tapi kalau kita secara level ini juga masih ada sedikit lebih tinggi dari rata-ratanya," ujar Ferry dalam acara Sarasehan 100 Ekonom, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Ekonomi Global Mulai Membaik meski Ketidakpastian Masih Tinggi

Ferry menyebut, kondisi ini menjadi salah satu tantangan yang harus terus dicermati dan direspons secara tepat oleh pemerintah agar tidak menimbulkan tekanan terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Selain faktor ketidakpastian global, Ferry juga menyoroti perkembangan kebijakan tarif yang dilakukan Amerika Serikat. 

Menurutnya, pemerintahan AS saat ini menggunakan tarif sebagai instrumen utama untuk meningkatkan daya tawar dalam hubungan perdagangan internasional.

"Ini yang terus dilakukan termasuk terakhir dengan pesaing kuat yaitu China. Ini juga kita monitor," kata Ferry.

Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Indonesia Sentuh Rekor Tertinggi, Investor Asing Makin Ragu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×