Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah berharap gelombang aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung sejak Senin (25/8/2025), dan berlanjut pada Kamis (28/8/2025) dan direncanakan berlanjut pada hari ini Jumat (29/8/2025), tidak berdampak lanjutan ke perekonomian dalam negeri.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengakui, situasi yang memanas beberapa hari ini memang telah berimbas pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pergerakan nilai tukar rupiah.
IHSG makin anjlok hingga akhir perdagangan sesi pertama hari ini. Jumat (29/8/2025) pukul 11.30 WIB, IHSG anjlok 180,807 poin atau 2,27% ke 7.771,281.
Sementara itu, mengutip Bloomberg, Pada Jumat (29/8/2025) pukul 11.21 WIB rupiah spot ada di level Rp 16.460 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,61% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.353 per dolar AS.
Baca Juga: Tuntutan Masyarakat Tak Terjawab, Ekonom: Ekonomi Indonesia Berisiko Memburuk
“Kalau melihat perkembangan hari ini, memang terjadi pelemahan IHSG maupun rupiah kita. Saya kira ini respons yang wajar, karena faktor stabilitas menjadi penting untuk para investor,” tutur Susiwijono kepada awak media, Jumat (29/8/2025).
Sesuai dengan pernyataan resmi Presiden Prabowo Subianto, Susi berharap agar masyarakat tetap tenang, dan mempercayakan penuh kepada pemerintah yang akan berbuat yang terbaik untuk menjaga semuanya.
Selain itu, ia juga berharap agar situasi di lapangan dapat terkendali dan tetap kondusif, sehingga tidak menimbulkan dampak lebih lanjut terhadap perekonomian.
“Mudah-mudahan perkembangannya kondusif. Karena kita berharap ini kan kuartal III kan harus kita dorong lebih tinggi lagi ini sudah akhir Agustus, kesempatannya tinggal September,” ungkapnya.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Solid di Semester II-2025
Dengan berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah, Susi berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2025 mampu tumbuh lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12% year on year (yoy).
“Dengan waktu yang tersisa (kuartal III) hanya satu bulan September, pemerintah memastikan berbagai program stimulus ekonomi berjalan dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pada kuartal tersebut,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp 10,8 triliun untuk paket stimulus dalam rangka mendorong aktivitas ekonomi pada kuartal III-2025.
Selanjutnya: Manfaat Ubi Cilembu untuk Diet dan Tips Konsumsinya
Menarik Dibaca: Manfaat Ubi Cilembu untuk Diet dan Tips Konsumsinya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News