Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan fiskal di tengah melonjaknya beban belanja negara pada awal tahun anggaran.
Meskipun pos belanja prioritas seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan subsidi energi mulai dikucurkan secara masif, Kementerian Keuangan menjamin arus kas (cash flow) negara tetap dalam posisi aman.
Direktur Strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Wahyu Utomo, mengungkapkan bahwa belanja saat ini sudah mulai bergerak di berbagai lini, termasuk Kementerian dan Lembaga (K/L).
Salah satu yang paling signifikan adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini jangkauannya telah mencapai angka fantastis.
Baca Juga: Mari Elka Beberkan Tiga Ancaman Besar bagi Sektor Swasta ASEAN
"Hingga saat ini cashflow tetap aman, belanja yang diperkirakan cukup besar misalnya MBG yang sudah mencapai 60 juta penerima, pembayaran subsidi dan kompensasi, perlindungan sosial, mulai belanja di KL, dan lainnya," ujar Wahyu kepada Kontan.co.id, Selasa (3/2).
Di sisi lain, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, memberikan catatan kritis terhadap manajemen kas pemerintah.
Ia mengingatkan adanya tantangan nyata di awal tahun, di mana kebutuhan anggaran cenderung agresif namun tidak dibarengi dengan penerimaan yang kuat secara instan.
"Di awal tahun penerimaan pajak memang belum meningkat signifikan karena aktivitas ekonomi masih dalam fase penyesuaian," kata Yusuf.
Yusuf menilai situasi ini bisa semakin menantang jika pemerintah memutuskan untuk mengucurkan stimulus secara front-loaded (diberikan di awal) demi memacu ekonomi. Menurutnya, tanpa manajemen pembiayaan yang rapi, celah (gap) antara uang masuk (inflow) dan uang keluar (outflow) bisa melebar.
"Pemerintah mau tidak mau harus mengandalkan saldo kas awal dan strategi pembiayaan, misalnya lewat penerbitan SBN lebih awal atau pengaturan ulang timing belanja, supaya likuiditas tetap terjaga," imbuhnya.
Baca Juga: Airlangga Siapkan 3 Jurus Pulihkan Pasar Modal, Ini Rinciannya
Selanjutnya: Tanggapi PPATK, Kemenperin: Penerbitan Pertek Impor Tekstil Sudah Sesuai Regulasi
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 4 Februari 2026, Peluang Banyak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













