kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kemenkeu Catat Pendapatan Daerah Tumbuh Tipis pada 2021


Kamis, 20 Januari 2022 / 15:22 WIB
Kemenkeu Catat Pendapatan Daerah Tumbuh Tipis pada 2021
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) didampingi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti (kiri) , Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 1.112,24 triliun di 2021 atau 97% dari target pendapatan daerah senilai Rp 1.150,91 triliun.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Astera Primanto Bhakti mengatakan, meski naik tipis yakni tumbuh 0,18%, kinerja pendapatan di 2021 ini mengalami perbaikan bila dibandingkan dengan tahun 2020.

“Mungkin karena pada saat pembuatan APBD-nya terlalu optimis dan sebab-sebab lain seperti Covid-19 yang berdampak signifikan paling tidak 4 bulan, akhirnya mereka dapat 97%,” ujar Prima, Kamis (20/1).

Adapun, Prima memerinci, kontribusi dan nilai pendapatan asli daerah (PAD) mampu bertumbuh pada 2021. Realisasi PAD tercatat mencapai Rp 300,16 triliun atau tumbuh 14,05% bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2020 yang senilai Rp 263,17 triliun.

Baca Juga: Belanda Pemda pada 2021 Seret, Ini yang Dilakukan Kemenkeu

Pada 2021, PAD berkontribusi sebesar 26,1% terhadap total pendapatan daerah, lebih tinggi bila dibandingkan dengan 2020 yang kontribusi PAD tersebut, sebesar 25,3% dari total pendapatan daerah.

Meski pendapatan daerah mengalami peningkatan yang minim, belanja daerah justru mengalami penurunan. Realisasi belanja APBD tercatat hanya senilai Rp1.087,66 triliun atau turun -2,48% dibandingkan dengan capaian 2020 yang senilai Rp1.115,28 triliun.

Bila dibandingkan dengan targetnya, belanja APBD pada 2021 tercatat hanya 89% dari target yang mencapai Rp1.224,73 triliun. Meski demikian, perlu dicatat masih terdapat sebagian pemda yang data realisasi belanjanya belum diterima oleh pemerintah pusat.

Baca Juga: Kemenkeu: Belanja Kesehatan Earmarked TKDD Mencapai Rp 39,2 Triliun di 2021

“Untuk persentase, baru dapat 89% dari APBD walaupun prediksi saya ini belum masuk semua. Nanti kalau masuk semua bisa 92% paling tidak berdasarkan assessment kami kepada daerah,” jelas Prima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×