kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Kemenkeu Catat Pendapatan Daerah Tumbuh Tipis pada 2021


Kamis, 20 Januari 2022 / 15:22 WIB
Kemenkeu Catat Pendapatan Daerah Tumbuh Tipis pada 2021
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) didampingi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti (kiri) , Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 1.112,24 triliun di 2021 atau 97% dari target pendapatan daerah senilai Rp 1.150,91 triliun.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Astera Primanto Bhakti mengatakan, meski naik tipis yakni tumbuh 0,18%, kinerja pendapatan di 2021 ini mengalami perbaikan bila dibandingkan dengan tahun 2020.

“Mungkin karena pada saat pembuatan APBD-nya terlalu optimis dan sebab-sebab lain seperti Covid-19 yang berdampak signifikan paling tidak 4 bulan, akhirnya mereka dapat 97%,” ujar Prima, Kamis (20/1).

Adapun, Prima memerinci, kontribusi dan nilai pendapatan asli daerah (PAD) mampu bertumbuh pada 2021. Realisasi PAD tercatat mencapai Rp 300,16 triliun atau tumbuh 14,05% bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2020 yang senilai Rp 263,17 triliun.

Baca Juga: Belanda Pemda pada 2021 Seret, Ini yang Dilakukan Kemenkeu

Pada 2021, PAD berkontribusi sebesar 26,1% terhadap total pendapatan daerah, lebih tinggi bila dibandingkan dengan 2020 yang kontribusi PAD tersebut, sebesar 25,3% dari total pendapatan daerah.

Meski pendapatan daerah mengalami peningkatan yang minim, belanja daerah justru mengalami penurunan. Realisasi belanja APBD tercatat hanya senilai Rp1.087,66 triliun atau turun -2,48% dibandingkan dengan capaian 2020 yang senilai Rp1.115,28 triliun.

Bila dibandingkan dengan targetnya, belanja APBD pada 2021 tercatat hanya 89% dari target yang mencapai Rp1.224,73 triliun. Meski demikian, perlu dicatat masih terdapat sebagian pemda yang data realisasi belanjanya belum diterima oleh pemerintah pusat.

Baca Juga: Kemenkeu: Belanja Kesehatan Earmarked TKDD Mencapai Rp 39,2 Triliun di 2021

“Untuk persentase, baru dapat 89% dari APBD walaupun prediksi saya ini belum masuk semua. Nanti kalau masuk semua bisa 92% paling tidak berdasarkan assessment kami kepada daerah,” jelas Prima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×