kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,50   -3,71   -0.47%
  • EMAS1.007.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%

Kemenkes: 17.820 kasus DBD dan 104 meninggal sejak Januari hingga awal Maret


Rabu, 11 Maret 2020 / 20:06 WIB
Kemenkes: 17.820 kasus DBD dan 104 meninggal sejak Januari hingga awal Maret
ILUSTRASI. Dokter memeriksa perkembangan kesehatan seorang pasien terserang demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di bangsal anak RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (11/3/2020). Dinas Kesehatan NTT melaporkan hingga Rabu (11/3) siang, jumlah kasu

Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan sejak Januari 2019 hingga 11 Maret 2019 tercatat 17.820 kasus demam berdarah dengue (DBD) di seluruh Indonesia.

"17.820 kasus sampai saat ini," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Rabu (11/3).

Kemenkes menyebutkan, jumlah itu tersebar di 28 provinsi di Indonesia. Sementara 6 provinsi lain yaitu Bali, Kalimantan Utara, Gorontalo, Maluku, Papua dan Papua Barat hingga saat ini belum ada laporan penemuan kasus DBD.

Kemenkes mengatakan, jumlah kasus terbanyak DBD adalah Lampung dengan 3.431 kasus, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 2.732 kasus, dan Jawa Timur dengan 1.761 kasus.

Kemenkes menyebutkan, hingga saat ini terdapat total 104 orang meninggal akibat DBD. Di mana 32 orang meninggal berasal dari NTT, 15 orang meninggal berasal dari Jawa Barat, dan 13 orang meninggal berasal dari Jawa Timur.

Nadia mengatakan, perbedaan jumlah kasus di antaranya dipengaruhi oleh iklim dan kondisi lingkungan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×