kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Kemenhub Siapkan Anggaran Rp 1 Triliun di 2027 untuk Tangani 1.810 Perlintasan Kereta


Kamis, 03 September 2026 / 18:49 WIB
Kemenhub Siapkan Anggaran Rp 1 Triliun di 2027 untuk Tangani 1.810 Perlintasan Kereta
ILUSTRASI. Perlintasan kereta api tanpa palang pintu (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan tambahan anggaran Rp1 triliun pada 2027 untuk menangani perlintasan sebidang kereta api. Dari hasil identifikasi, terdapat 1.810 lokasi yang membutuhkan penanganan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, mengatakan penanganan perlintasan tersebut dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, seperti lebar jalan, kelas jalur kereta api, frekuensi atau headway kereta api, serta kondisi jalan raya.

“Dari 1.810 lokasi tersebut, terdapat 172 lokasi perlintasan dengan kriteria antara lain lebar jalan kurang dari dua meter yang akan dilakukan penutupan dan 1.638 lokasi perlu peningkatan keselamatan,” kata Allan dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Kemenhub Anggarkan Rp 50 Miliar untuk Pelabuhan Wanam Papua Selatan

Hasil identifikasi lanjutan terhadap 1.638 lokasi menunjukkan sebanyak 234 lokasi sesuai ketentuan atau dipertimbangkan untuk ditutup. Sementara itu, 1.404 lokasi lainnya masuk dalam rencana peningkatan keselamatan.

Dari 1.404 lokasi tersebut, sebanyak 190 lokasi telah mulai ditangani oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada 2026. Dengan demikian, terdapat 1.214 lokasi yang akan ditangani melalui tambahan anggaran Kemenhub pada 2027.

Penanganan 1.214 lokasi tersebut mencakup pemasangan pintu perlintasan serta penyediaan dokumen perencanaan teknis.

Berdasarkan pendataan Kemenhub, terdapat 2.771 perlintasan sebidang yang terdaftar. Sebanyak 1.864 lokasi berstatus terdaftar dan dijaga, sedangkan 907 lokasi terdaftar tetapi tidak dijaga.

Selain itu, terdapat 903 perlintasan yang tidak terdaftar dan tidak dijaga. Dengan demikian, total perlintasan sebidang yang teridentifikasi mencapai 3.674 lokasi.

Penanganan perlintasan juga membutuhkan tambahan petugas penjaga. Setiap perlintasan yang dijaga membutuhkan empat orang petugas.

Kemenhub memperkirakan kebutuhan tambahan sebanyak 5.616 petugas penjaga perlintasan. Petugas tersebut akan berstatus PKWT operator kereta api dan pembiayaannya menggunakan anggaran Infrastructure Maintenance and Operation (IMO) Kemenhub.

Baca Juga: Anggaran Ditjen Perhubungan Darat 2027 Jadi Rp 5,15 Triliun, Ini Prioritas Belanjanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×