kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Kemenhaj Klarifikasi Soal Jemaah Bangkalan Disebut Tak Dapat Makanan di Mina


Minggu, 31 Mei 2026 / 16:21 WIB
Kemenhaj Klarifikasi Soal Jemaah Bangkalan Disebut Tak Dapat Makanan di Mina
ILUSTRASI. Jamaah Haji Diminta Tidak Jalan-jalan di Luar Tenda Armuzna (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Menanggapi pemberitaan terkait sejumlah jemaah haji asal Bangkalan yang tergabung dalam Kloter SUB-72 dan dikabarkan belum menerima makanan selama berada di Mina, Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan klarifikasi.

Kemenhaj menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada hari pertama kedatangan jemaah di Mina, Rabu (27/5/2026). Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, ditemukan adanya kendala dalam mekanisme distribusi konsumsi antara pihak syarikah dengan petugas pengawas konsumsi di Markaz 71.

Makanan yang seharusnya diserahkan kepada petugas pengawas konsumsi untuk kemudian didistribusikan kepada jemaah, ternyata langsung diletakkan oleh pihak syarikah di area tengah gang tanpa pemberitahuan kepada petugas yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Tempe Jadi Menu Andalan Penyedia Katering Jamaah Haji di Madinah

Kondisi ini ditandai dengan tidak adanya dokumen tanda terima distribusi yang lazim digunakan sebagai bukti penyerahan makanan kepada pengawas konsumsi.

Akibatnya, petugas mengalami kesulitan untuk memastikan rombongan mana yang telah menerima makanan dan rombongan mana yang belum. Untuk memastikan seluruh jemaah memperoleh haknya, petugas pengawas konsumsi kemudian melakukan pengecekan secara langsung ke setiap tenda serta mendistribusikan makanan kepada rombongan yang belum menerimanya.

Proses verifikasi dan distribusi ulang tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang karena harus dilakukan secara menyeluruh. Seluruh proses baru dapat diselesaikan pada sore hari setelah petugas memastikan seluruh jemaah di lokasi mendapatkan makanan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa permasalahan tersebut bukan disebabkan oleh tidak tersedianya makanan, melainkan akibat kesalahan dalam prosedur distribusi di lapangan.

Baca Juga: Zulhas Jamin Pasokan Pangan Untuk Jamaah Haji, Bisa Kirim Makanan Siap Saji

"Berdasarkan hasil pemeriksaan kami, makanan untuk jemaah sebenarnya telah tersedia. Kendala yang terjadi adalah adanya ketidaksesuaian prosedur distribusi sehingga sebagian makanan tidak tercatat dalam mekanisme serah terima yang berlaku. Akibatnya, petugas harus melakukan pengecekan satu per satu ke setiap tenda untuk memastikan seluruh jemaah telah menerima makanan mereka," terangnya di Makkah, Sabtu (30/5/2026).

Ichsan menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan syarikah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan prosedur distribusi agar kejadian serupa tidak terulang pada fase layanan berikutnya.

"Kami telah meminta pihak syarikah untuk memastikan seluruh distribusi konsumsi dilakukan sesuai prosedur, termasuk pemberitahuan kepada petugas pengawas konsumsi dan pencatatan serah terima yang jelas. Langkah ini penting agar distribusi dapat dipantau secara akurat dan hak-hak jemaah terpenuhi tepat waktu," ujar Ichsan.

Kementerian Haji dan Umrah juga mengapresiasi respons cepat petugas di lapangan yang melakukan verifikasi dan distribusi ulang hingga seluruh jemaah mendapatkan layanan konsumsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Indonesia Kirim 100 Ton Bumbu Pasta&Makanan Siap Saji ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×