kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.857   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.411   -38,63   -0,60%
  • KOMPAS100 827   -3,19   -0,38%
  • LQ45 629   -1,86   -0,29%
  • ISSI 225   -2,04   -0,90%
  • IDX30 352   -0,78   -0,22%
  • IDXHIDIV20 429   -0,01   0,00%
  • IDX80 95   -0,38   -0,40%
  • IDXV30 120   0,24   0,20%
  • IDXQ30 112   -0,23   -0,21%

Kemendag proyeksi ekspor non migas ke Australia tumbuh 0,04% per tahun dengan IA-CEPA


Senin, 18 November 2019 / 20:25 WIB
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Berdasarkan data Kemendag, bila IA-CEPA tak diimplementasikan, ekspor non migas hingga 2023 bisa menurun menjadi US$ 1,29 miliar.

Lebih lanjut, tak hanya berdampak positif pada ekspor non migas, perjanjian IA-CEPA ini juga disebutkan berdampak positif pada peningkatan investasi, peningkatan daya saing sumber daya manusia, peningkatan akses pasar dan pemanfaatan jaringan kerja sama FTA yang dimiliki Australia.

Baca Juga: DPR sepakat pembahasan ratifikasi IA-CEPA dilakukan tahun ini

Agus mengakui, kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Australia sudah tertampung dalam ASEAN-Australia-NewZealand FTA (AANZFTA) yang berlaku sejak 2012, namun AANZFTA yang melibatkan 12 negara tersebut memiliki kepentingan masing-masing sehingga kepentingan khusus Indonesia tak tertampung sepenuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×