kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Kemenag Akan Gelar Perayaan Natal Bersama untuk Pertama Kalinya


Minggu, 23 November 2025 / 12:42 WIB
Kemenag Akan Gelar Perayaan Natal Bersama untuk Pertama Kalinya
ILUSTRASI. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan Kemenag akan gelar perayaan Natal bersama untuk pertama kali, menegaskan komitmen toleransi. TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, untuk pertama kalinya, Kementerian Agama akan menggelar perayaan Natal bersama.

Meski baru pertama kali, Nasaruddin menilai, tidak ada kata terlambat untuk memulai.

"Selama ini kan Natal Kristen, Natal Katolik. Tapi, Natal Kementerian Agama-nya enggak. Nah, hari ini dan tahun ini kita akan membuat sejarah di Kementerian Agama," kata Nasaruddin, dalam sambutannya di acara Jalan Sehat Lintas Agama di Kantor Kemenag, Jakarta, Minggu (23/11/2025).

"Kementerian Agama juga membuat Natal bersama. Kementerian lain bikin Natal, masa Kementerian Agamanya enggak. Harusnya ini yang mulai," lanjut dia.

Baca Juga: Diskon Tiket Pesawat 13%-14%, Catat Tanggal Pembelian dan Jadwal Terbangnya

Namun, Nasaruddin belum menjelaskan detail kapan dan di mana perayaan Natal Kemenag itu akan digelar.

Nasaruddin menyampaikan, Kemenag selama ini konsisten untuk menjunjung toleransi.

Menurut dia, toleransi juga bukan berarti memaksakan diri untuk menjadi sama.

"Tidak, apa ya namanya, toleransi itu kan bukan memaksakan diri untuk sama padahal berbeda. Bukan juga untuk memaksakan perbedaan pada itu sama. Ya kan? Jadi toleransi itu jelas kok definisinya," ujar dia.

Terkait toleransi, Menag juga mengeklaim bahwa negara-negara luar banyak meniru Indonesia.

Baca Juga: Cek Portal BOS Kemenag, 81.000 RA & Madrasah Akan Dapat Bantuan Rp 4,01 T

Ia pun berharap Indonesia terus menjunjung tinggi toleransi untuk mencegah beragam masalah timbul.

"Karena itu Bapak-Ibu sekalian, ya mari kita wujudkan dalam praktik nyata ya, interfaith work. Barangkali saya boleh mengatakan di sini Bapak-Ibu sekalian, banyak sekali negara-negara yang meniru Indonesia. Istilah yang kita gunakan pun juga ditiru oleh teman-teman," tutur Nasaruddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×