kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.911   0,00   0,00%
  • IDX 6.356   21,61   0,34%
  • KOMPAS100 838   2,40   0,29%
  • LQ45 633   0,93   0,15%
  • ISSI 219   1,15   0,53%
  • IDX30 357   0,27   0,08%
  • IDXHIDIV20 441   -0,34   -0,08%
  • IDX80 96   0,37   0,39%
  • IDXV30 119   -0,27   -0,23%
  • IDXQ30 114   0,00   0,00%

Kemdagri evaluasi 5.000 Perda bermasalah


Kamis, 06 November 2014 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah memberikan restu relaksasi ekspor mineral mentah kepada 5 badan usaha hingga Mei 2024 mendatang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Agus Triyono | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) tengah mengevaluasi 5.000-an peraturan daerah. Menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, evaluasi ini dilakukan untuk menertibkan keberadaan peraturan daerah yang selama ini banyak bertentangan dengan peraturan pemerintah pusat.

Bukan hanya itu saja, evaluasi dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembangunan yang terjadi di daerah, berkaitan dengan perijinan investasi. "Kami inventarisasi kembali, sebab banyak daerah yang seenaknya sendiri membuat peraturan daerah, seperti Peraturan Bupati Lombok Timur. Dievaluasi ya kami tolak, kalau dibiarkan akan jadi acuan seluruh peraturan daerah di Indonesia dan keenakan pegawai laki-laki nanti," kata Tjahjo, Kamis (6/11).

Tjahjo mengatakan bahwa sebelum mengevaluasi lima ribu peraturan daerah tersebut, Kementerian Dalam Negeri telah mengevaluasi tiga ribu peraturan daerah. "Tiga ribu itu kami minta batalkan, kami minta revisi kembali karena ada klausul yang tidak pas," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×