kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.026,34   9,98   0.98%
  • EMAS975.000 -0,51%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Kematian tinggi, penanganan Covid belum berpihak pada anak


Selasa, 29 Juni 2021 / 09:05 WIB
Kematian tinggi, penanganan Covid belum berpihak pada anak


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Peningkatan kasus Covid-19 pada anak menunjukkan ada situasi serius dalam upaya pengendalian pandemi di Indonesia. Kasus infeksi pada anak mencerminkan¸ penanganan Covid-19 di Indonesia belum berpihak kepada anak. 

Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), proporsi kasus positif Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun sebesar 12,5%. Artinya 1 dari 8 kasus positif Covid-19 adalah anak-anak. Sedangkan, case fatality rate (angka kematian) Covid-19 pada anak di Indonesia merupakan tertinggi di dunia sebesar 3%-5%.

Data tren secara global menunjukkan kasus infeksi pada anak selalu menempati urutan terendah. Bahkan, proporsi infeksi Covid-19 pada anak secara global hanya sekitar 3%. Sedangkan Indonesia melaporkan proporsi infeksi Covid-19 pada anak mencapai 12,5%.

Situasi kesehatan anak yang kompleks seperti malnutrisi dan stunting, akan memperburuk kondisi  anak yang terinfeksi covid-19, apalagi rumah-rumah sakit di Indonesia belum dilengkapi ruang ICU khusus anak yang terinfeksi covid-19, hal inlah yang menjadi penyebab tingkat kematian anak tinggi, karena anak-anak yang megalami masa kritis kerap tidak tertolong akinat ketiadaan ruang ICU. 

“Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah konkrit dan terencana untuk menyelamatkan anak-anak yang terinfeksi covid-19, dan sekaligus mencegah anak-anak tertular covid-19”, ujar Retno Listyarti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam keterangan tertulis, Minggu (27/6). 

KPAI merekomendasikan tiga hal.  Pertama,  penguatan 3T (testing, tracing, treatment). Ketika skema 3T pada orang dewasa saja masih belum memadai, kasus Covid-19 pada anak menjadi lambat terdeteksi. Ini berpotensi membuat kasus kematian pada anak menjadi tinggi, apalagi Indonesia tidak memiliki ruang ICU khusus anak yang terinfeksi covid 19.


Kedua, lengkapi imunisasi dasar untuk balita dan anak-anak, Program imunisasi pada anak menurun selama pandemi, sehingga bisa memicu wabah lain. 

Ketiga, Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus segera memprioritaskan pembangunan ruang ICU khusus anak yang terinfeksi covid-19 sebagai upaya menekan angka kematian anak.

Keempat, Pemerintah harus menunda pendidikan tatap muka PTM pada tahun ajaran baru Juli 2021 yang kurang dari sebulan lagi, Mengingat kasus sangat tinggi dan positivity rate di sejumlah daerah diatas 5%,  

Kelima, orangtua dan orang dewasa  di rumah harus menerapkan protocol kesehatan yang ketat saat keluar rumah dan kembali ke rumah. Ketika aktivitas anak masih banyak di rumah,  orang dewasa di sekitar anaklah yang diduga kuat menulari anak. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×