kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kemacetan ditargetkan turun 40% menyusul ganjil genap gerbang Tol Bekasi Barat


Senin, 05 Maret 2018 / 20:19 WIB
ILUSTRASI. Gerbang tol Bekasi Barat


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan optimistis penerapan aturan ganjil-genap untuk kendaraan pribadi di gerbang tol Cikampek, khusus Bekasi Timur dan Bekasi Barat, bisa menyerap kemacetan. Namun aturan yang akan resmi diterapkan mulai 12 Maret 2018 ini akan dievaluasi dalam jangka pendek.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan kebijakan itu dinilai bisa menyerap kemacetan dari Bekasi ke Jakarta hingga 40%. Target tersebut optimistis dicapai dalam tempo satu tahun setelah penerapan kebijakan ini.

"Kami harapkan bisa signifikan, kalau bagus kita akan buat pagi dan sore, atau jika perlu Bogor juga diberlakukan," ujar Budi Karya, Senin (5/3).

Untuk itu, Kementerian Perhubungan juga tengah melakukan pemetaan titik kemacetan di sejumlah lokasi lain. Harapannya, pengaturan sistematis akan diberlakukan juga di Depok, Bogot, Tangerang.

Tapi dia menegaskan, pengaturan ganjil bagi kendaraan pribadi dan kendaraan logistik ini akan dievaluasi.

"Kami jalani dulu pada 12 Maret, kalau ada satu pemikiran lain kami lakukan evaluasi. Semestinya tiga bulan kami coba dulu kalau bagus," ujar Budi Karya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×