kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.979   87,00   0,49%
  • IDX 6.074   -27,71   -0,45%
  • KOMPAS100 792   -4,04   -0,51%
  • LQ45 597   -1,53   -0,26%
  • ISSI 211   -1,02   -0,48%
  • IDX30 338   -0,37   -0,11%
  • IDXHIDIV20 413   0,16   0,04%
  • IDX80 90   -0,42   -0,46%
  • IDXV30 111   0,19   0,17%
  • IDXQ30 108   0,12   0,12%

Kelud meletus, warga diminta mengungsi


Jumat, 14 Februari 2014 / 00:22 WIB
ILUSTRASI. Teh kemangi efektif menurunkan asam lambung tinggi.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, erupsi Gunung Kelud masih berlangsung hingga saat ini. Erupsi pertama terjadi 22.50 Wib.

Arah erupsi ke barat daya. Hujan abu, pasir dan kerikil diperkirakan hingga di radius 15 kilometer, khususnya di barat hingga barat daya dari Gunung Kelud.

"Puncak gunung terlihat kilat terus menerus yang mengindikasikan erupsi terus berlangsung. Visual kondisi gelap," ujar Sutopo melalui pernyataan tertulis yang diterima KONTAN, Jumat (14/2).

Ribuan masyarakat telah mengungsi dan saat ini masih berlangsung evakuasi. Masyarakat dihimbau mengungsi dengan tertip dan tidak panik.

Masyarakat dihimbau mengungsi di luar radius 10 km. Di sisi barat masyarakat telah mengungsi di Kecamatan Wates, Kecamatan Ponggok, Kecamatan Sanan Kulon, Kecamatan Gurah, Kecamatan Pare dan lainnya. Warga dihimbau tetap berada di dalam ruangan.

"Kabar terbaru akan segera disampaikan," kata Sutopo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×