CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Kejagung Bakal Tuntut Minimal 2/3 Kasus Korupsi dan Narkotika


Kamis, 20 Mei 2010 / 12:10 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Kejaksaan Agung menegaskan nantinya dalam penuntutan setiap perkara di tingkatan pengadilan tidak perlu melaporkan ke Kejaksaan Agung. Wakil Jaksa Agung Darmono mengatakan, saat ini Kejaksaan juga tengah membahas agar tuntutan perkara korupsi, narkotika, bisa dihukum maksimal yakni 2/3 dari dakwaan.

Hanya, kepastian kapan dilaksanakan Darmono belum bisa memastikan. "Setahu saya yang baru keluar adalah petunjuk rencana penuntutan untuk mempercepat proses penuntutan,"ujar Darmono kepada wartawan, Kamis (20/5).

Darmono mengatakan, nantinya, tidak semua perkara harus semua masuk ke Kejaksaan Agung. "Bisa sampai ke Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri saja," tegasnya. Darmono mencontohkan, dalam kasus narkotika, jaksa akan melihat bobot kasus itu. Kemudian akan dipilih mana yang bisa ditangani oleh Kejari, Kejati atau Kejagung.

"Nanti dipilih berapa yang harus ditangani Kejakgung, berapa yang Kejati, dan berapa yang kejari,"imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×