kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Kebijakan WFH Sehari Dalam Sepekan Hanya Efisien Bila Diterapkan Hari Jumat?


Sabtu, 28 Maret 2026 / 17:50 WIB
Kebijakan WFH Sehari Dalam Sepekan Hanya Efisien Bila Diterapkan Hari Jumat?
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, kebijakan WFH bisa efisien jika hari yang dipilih dilakukan cermat, misalnya pada hari Jumat.(KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) nasional, di tengah gejolak perang di Timur Tengah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, kebijakan WFH bisa efisien jika hari yang dipilih dilakukan secara cermat, misalnya pada hari Jumat yang merupakan hari terakhir kerja dalam sepekan. 

Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci besaran persentase penghematan tersebut karena dapat berubah-ubah tergantung harga minyak.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran pada Sabtu (28/3/2026) Sore Diprediksi Masih Padat

“Jadi pasti ada penghematan BBM. Berapa persen saya enggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak,” tutur Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan bahwa dari segi produktivitas, kebijakan tersebut tidak harus diterapkan pada sektor seperti pabrik yang memerlukan operasional secara terus-menerus.

Selain itu, ia juga membeberkan kantor pelayanan publik tentunya harus tetap berjalan dan tidak ada sistem WFH.

“Jadi harusnya enggak masalah kalau cuma satu hari saja. Produktivitas kita total enggak akan terlalu terganggu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita, memperkirakan kebijakan WFH berpotensi menghemat anggaran hingga Rp 9,67 triliun dalam setahun.

Berdasarkan hasil analisisnya, Ronny menyebut rata-rata konsumsi atau kebutuhan harian BBM nasional pada tahun 2025 mencapai 232.417 kilo liter (kl).

Sementara itu, pemerintah menargetkan penghematan BBM sebesar 20% dari penerapan kebijakan WFH.

Baca Juga: Pemerintah Susun Lima Aturan WFH, Tinggal Tunggu Persetujuan Prabowo

Dengan asumsi tersebut, apabila WFH dilakukan satu hari dalam seminggu, maka penghematan BBM diperkirakan mencapai 46.483,4 kilo liter per hari.

Ronny menjelaskan, bila dalam setahun terdapat 52 minggu, maka kebijakan WFH sehari seminggu berpotensi menghemat BBM hingga 2.417.136,8 kilo liter per tahun.

Selanjutnya, asumsi penghematan fiskal dihitung berdasarkan selisih harga minyak pasar (US$ 100 per barel) dengan harga subsidi BBM seperti pertalite dan biosolar, yang diperkirakan sebesar Rp 4.000 per liter.

Dengan perhitungan tersebut, potensi penghematan anggaran pemerintah diproyeksikan mencapai Rp 9,67 triliun.

"Penghematan sebesar hampir Rp 10 triliun ini merupakan angka yang sangat krusial bagi pemerintah tahun 2026," jelas Ronny dalam analisis ISEAI yang dikutip Kontan, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga: Bus Jemaah Umrah WNI Terbakar di Arab Saudi, Seluruh Penumpang Selamat

Meski berpotensi mengurangi beban subsidi BBM, Ronny mengingatkan kebijakan WFH sehari seminggu juga dapat menjadi ancaman bagi pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor jasa dan perdagangan ritel.

Menurutnya, sektor transportasi berisiko menjadi pihak yang paling terdampak. Operator transportasi publik seperti MRT Jakarta sangat bergantung pada jumlah penumpang harian (ridership) yang tinggi pada hari kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×