kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.020,20   -5,44   -0.53%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kebijakan Bebas Karantina Akan Jadi Angin Segar Bagi Pelaku Pariwisata


Minggu, 06 Maret 2022 / 20:22 WIB
Kebijakan Bebas Karantina Akan Jadi Angin Segar Bagi Pelaku Pariwisata
ILUSTRASI. PHRI menilai, kebijakan bebas karantina di Bali akan menjadi angin segar bagi pelaku pariwisata.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bebas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Bali. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan menyebut, rencana pemberlakuan bebas karantina dilakukan ada 14 Maret.

Namun, dimulainya bebas karantina bagi PPLN yang datang ke Bali bisa saja dimulai lebih cepat satu minggu. Hal tersebut apabila selama dua minggu ke depan angka kasus Covid-19 terus turun.

Dikutip dari postingan di akun Twitter Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menulis, Bali akan diujicobakan bebas karantina bagi PPLN mulai Senin (7/3).

"Sah! Sesuai arahan dari Bapak Presiden @jokowi, sudah diputuskan bahwa mulai 7 Maret 2022 Bali akan diujicobakan bebas karantina bagi para pelaku perjalanan luar negeri yang telah di vaksin lengkap dan juga booster," tulis Sandi dikutip Kontan.co.id, Minggu (6/3).

Baca Juga: Pemerintah Bakal Uji Coba Bebas Karantina bagi PPLN pada Pertengahan Bulan Depan

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, dibukanya bebas karantina di Bali menjadi angin segar bagi para pelaku pariwisata dan para wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Indonesia.

"Ini menjadi kabar gembira bagi industri pariwisata dan juga foreign traveler. Angin segar tentu saja, ini harapan kita, karena 2022 ini betul-betul terjadi rebound. Jadi kita bicaranya recovery tahun ini kalau tahun kemarin kita masih bicara bertahan," kata Maulana, Minggu (6/3).

Maulana menyebut, pembukaan bebas karantina dengan Bali sebagai lokasi ujicoba tentu akan berdampak positif bagi daerah wisata lain. Hal tersebut lantaran para wisatawan mancanegara biasanya tak hanya datang untuk mengunjungi Bali saja saat berlibur.

Selain itu PHRI berharap, pelaksanaan uji coba bebas karantina di Bali dapat berjalan lancar hingga dapat diterapkan juga di daerah lainnya.

Jadi jangan hanya Bali, karena kita melihat salah satu target juga DKI Jakarta memiliki bukan hanya segmen market wisatawan tapi juga bisnis trip juga menjadi penopang. Kemudian juga tentu seperti Kepulauan Riau juga jadi harapan untuk dilakukan dengan hal yang sama," kata Maulana.

Sebelum pandemi masuk ke Indonesia, wisatawan mancanegara di Bali menyumbang 70% okupansi hotel di sana. Dengan adanya implementasi bebas karantina di Bali, Maulana memproyeksikan dapat meningkatkan okupansi sektor perhotelan lebih dari 10% hingga akhir tahun nanti.

Sementara itu, Jodi Mahardi, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, mengenai aturan bebas karantina akan diputuskan saat rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (7/3).

Baca Juga: Berlaku Mulai Hari Ini (1/3), Berikut Aturan Karantina Dari Luar Negeri yang Terbaru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×