kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Kebijakan B30 BBM bakal tingkatkan serapan minyak sawit


Selasa, 10 Juli 2018 / 19:01 WIB
ILUSTRASI. Minyak sawit mentah (CPO)


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana penambahan porsi biodiesel menjadi sebanyak 30% untuk campuran di Bahan Bakar Minyak (BBM), disanggupi pengusaha sawit.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyampaikan, produksi minyak kelapa sawit (CPO) sangat mencukupi untuk penambahan tersebut. "Kuncinya bukan di bahan baku, tapi di serapan pasar nantinya," kata Joko saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (10/7).

Memang selama ini penyerapan biodiesel relatif bergantung pada sektor transportasi. Berkat aturan mandatori biodiesel 20% (B20) yang telah diterapkan untuk BBM, penyerapan komoditas minyak nabati ini banyak fokus di sektor kendaraan. Maka dengan penambahan porsi menjadi 30%, otomatis pasar biodiesel bakal makin melonjak.

Sebelumnya, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) memperkirakan serapan biodiesel dalam negeri mencapai 3,5 juta kiloliter (kl). Perinciannya sebanyak 2,8 juta kl-3 juta kl ditujukan untuk Public Service Obligation (PSO) sementara 500.000 kl akan diserap untuk kebutuhan non PSO.

Dengan penggunaan B30 menggantikan B20, maka konsumsi biodiesel diperkirakan bakal meningkat sebesar 500.000 ton per tahun. Tahun ini Aprobi menargetkan produksi biodiesel mencapai 3,5 juta kiloliter. Padahal kapasitas produksinya sesungguhnya bisa mencapai hingga 11 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×