kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kata pengamat pajak soal agenda prioritas Dirjen Pajak yang baru


Minggu, 03 November 2019 / 19:09 WIB
Kata pengamat pajak soal agenda prioritas Dirjen Pajak yang baru
ILUSTRASI. Petugas melayani wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kemayoran, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Pemerintah menargetkan penerimaan pajak pada 2020 sebesar 9-12 persen atau sekitar Rp1.719,4 triliun-Rp1.766,8 triliun dari target Anggaran Pene


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utomo akan fokus mengejar penerimaan pajak. Pasalnya, Suryo hanya punya waktu kurang dari dua bulan untuk mengumpulkan pajak sesuai dengan proyeksi akhir tahun, belum lagi setumpuk agenda selama periode kepemimpinannya pada 2019-2024.

Suryo menyampaikan dirinya  akan mengutamakan target penerimaan pajak sampai akhir 2019 di awal periode jabatannya ini. “Kita selesaikan dulu yang di depan mata yang di 2019 ini. Action dan effort akan kita lakukan,” ujar Suryo seusai pelantikan dirinya, Jumat (1/11).  

Pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Darussalam mengatakan dalam waktu dekat, Suryo memang perlu fokus kepada target penerimaan pajak yang sudah dipatok sebesar Rp 1.577 triliun. Namun demikian sisa waktu hanya tinggal dua bulan, sehingga Darussalam menilai DJP tidak banyak pilihan jurus kebijakan.

Baca Juga: Empat ekonomi ini proyeksi pertumbuhan ekonomi 5% di kuartal III 2019

Kata Darussalam yang paling memungkinkan untuk menambah penerimaan pajak agar tidak terlalu short fall adalah melakukan eksekusi atas data dan informasi yang telah tersedia dari pertukaran informasi keuangan maupun dari data amnesti pajak. 

“Perlu digarisbawahi adalah Dirjen Pajak baru tidak bisa kinerjanya langsung dikaitkan dengan hasil realisasi penerimaan pajak di akhir tahun ini,” kata Darussalam kepada Kontan.co.id, Minggu (3/11).

Di sisi lain, dalam lima tahun ke depan Suryo mengaku sedang meramu agenda prioritas pajak. Sehingga, dia belum bisa memaparkan secara detail agenda apa yang akan dijalankan selama dirinya menjabat sebagai Dirjen Pajak. Yang jelas, Suryo dan tim akan mengerahkan segenap tenaga mengejar penerimaan pajak sampai 2024.

Baca Juga: Kemenhub gandeng Gojek untuk menghentikan praktik monopoli tol laut


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×