kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.695   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kata Demokrat menyusul tertangkapnya Bupati Pakpak Bharat oleh KPK


Minggu, 18 November 2018 / 18:06 WIB
ILUSTRASI. Bupati Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara, Remigo Yolando Berutu


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bupati Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara, Remigo Yolando Berutu digiring ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (18/11).

Ketua Divisi Komunikasi Publik, DPP Partai Demokrat, Imelda Sari mengungkapkan belum mendapat laporan resmi dari DPD Partai Demokrat di Sumatera Utara. Ia mengaku baru mendengar informasi penangkapan dari media massa.

Hal ini diungkapkan karena Remigo juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Pakpak Bharat.

“Peristiwa penangkapan tersebut kami ketahui dari media. Belum dapat laporan dari DPD Sumut, namun jika benar Bupati Pakpak Bharat yang tertangkap OTT,” ujar Imeda, Minggu (18/11).

Menurut Imelda, secara internal dan mekanisme partai yang ditandatangani untuk setiap kader yang maju pencalegan atau pilkada terkait pakta integritas. Jika melanggar pakta tersebut, akan dikenakan sanksi pemberhentian.

“Sanksi pemberhentian bisa dilakukan Dewan Kehormatan Partai jika seorang kader melakukan tindakan korupsi karena melanggar pakta integritas,” terang Imelda

Selain Remigo, KPK turut mengamankan beberapa pihak terkait. Diantaranya Kepala Dinas di Kabupaten Pakpak Bharat, Pegawai Negeri Sipil dan pihak swasta.

KPK menduga ada transaksi terkait proyek dinas PU di Pakpak Bharat. “Diduga penerimaan telah terjadi beberapa kali, dengan nilai ratusan juta. Sebagian dari uang yang diamankan tim dan akan dibawa ke Jakarta,” tambah Agus.

Sesuai KUHAP, KPK diberikan waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak yang diamankan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×