kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Kata BI tentang pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 yang cuma tumbuh 2,97%


Selasa, 05 Mei 2020 / 22:58 WIB
ILUSTRASI. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko.Dok.pribadi


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA.  Di luar ekspektasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2020  hanya tumbuh 2,97%. Angka ini menjadi yang terendah  19 tahun terakhir.

Bank Indonesia mencermati sejak pandemi COVID-19 yang mulai merebak pada awal tahun 2020 di Tiongkok dan menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia telah memengaruhi pertumbuhan ekonomi, termasuk ekonomi Indonesia yang kuartal I hanya tumbuh 2,97%, 

Kondisi ini melambat  melambat dibandingkan dengan capaian triwulan sebelumnya sebesar 4,97% (yoy). Efek COVID-19 terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama pada penurunan permintaan domestik, di tengah kinerja positif sektor eksternal. 

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi kuartal I di bawah ekspektasi, bagaimana nasib kuartal II?

Direktur Eksekutif yang juga Kepala Departemen Komunikasi Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis yang diterima kontan.co. id, Selasa (5/5) mengatakan, Bank Indonesia akan terus mencermati dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. “Kami akan secara konsisten memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mendorong pemulihan ekonomi nasional,” ujar Onny. 

Dari sisi pengeluaran, penurunan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2020 terutama dipengaruhi penurunan permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga tercatat 2,84% (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan dengan kinerja pada triwulan IV 2019 sebesar 4,97% (yoy). 

Investasi juga tumbuh melambat sebesar 1,7% (yoy) terutama dipengaruhi oleh melambatnya investasi bangunan. 

Respons stimulus pemerintah melalui konsumsi pemerintah yang tumbuh 3,74% (yoy)  menahan perlambatan permintaan domestik lebih dalam. Selain itu, ekspor neto berkontribusi positif dipengaruhi ekspor yang tumbuh 0,24% (yoy) dan impor yang mencatat kontraksi 2,19% (yoy). 

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 melambat, begini tanggapan pengusaha

Dari sisi lapangan usaha, perlambatan ekonomi terutama didorong oleh melambatnya aktivitas lapangan usaha perdagangan dan penyediaan akomodasi serta lapangan usaha  transportasi dan pergudangan.

 “Kondisi ini dipengaruhi berkurangnya mobilitas masyarakat sebagai dampak dari penerapan langkah-langkah untuk memitigasi COVID-19,” ujar Onny. 
 Di samping itu, kinerja lapangan usaha pertanian juga menurun dipengaruhi perkembangan cuaca yang kurang menguntungkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×