kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45944,75   -7,79   -0.82%
  • EMAS917.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.87%
  • RD.CAMPURAN -0.36%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.50%

Kasus terus bertambah, ekonom: Kesadaran masyarakat tentang Covid-19 perlu dibangun


Senin, 25 Januari 2021 / 20:53 WIB
Kasus terus bertambah, ekonom: Kesadaran masyarakat tentang Covid-19 perlu dibangun
ILUSTRASI. Warga menggunakan masker saat berbelanja di kawasan Glodok, Jakarta.KONTAN/Fransiskus Simbolon

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga Senin (25/1) terdapat 999.256 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dari angka tersebut sebanyak 809.488 kasus sembuh dan 28.132 kasus meninggal dunia.

Melihat data tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menuturkan, pemerintah dinilai tidak memiliki strategi khusus dalam menangani beragamnya klaster penyebaran Covid-19.

Tauhid menyebut,  saat ini penyebaran Covid-19 sudah sampai pada klaster keluarga, klaster permukiman, klaster perkantoran, klaster pusat perdagangan dan lainnya. Sementara itu strategi pemerintah dinilai masih relatif tidak tegas.

"Misal PSBB atau PPKM itu kan juga enggak kelihatan tegasnya. Misalnya saja toko-toko besar itu tutup, restoran besar sudah tutup yang formal tutup. Tapi kalau kita lihat di tempat saya misalnya di warung pinggir jalan masih ramai, cafe kecil masih buka jadi enggak ada penindakan tegas," jelas Tauhid kepada Kontan.co.id, Senin (25/1).

Termasuk juga pembatasan kendaraan juga dinilai tidak setegas waktu awal pandemi Covid-19. Namun Tauhid menggaris bawahi bahwa tindakan pemerintah tersebut merupakan tindak lanjut dari mempertimbangkan kebutuhan ekonomi di masyarakat.

Baca Juga: Kasus Covid-19 terus naik, pengusaha pertanyakan efektifitas PSBB

"Artinya akan terus begini akan terus besar menurut saya di titik lemahnya pemerintah di situ kebutuhan ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Tauhid menegaskan, dilema secara terus menerus dampaknya akan kurang bagus, lantaran akan membuat pandemi semakin panjang. 

Karenanya, ia meminta pemerintah untuk lebih tegas dan kembali aktif dalam mengedukasi masyarakat bahwa Covid-19 masih ada bahkan semakin dekat dengan lini kehidupan.

Tauhid juga menyebut bahwa masyarakat kini mulai biasa saja dengan pandemi. Maka edukasi kembali secara masif perlu dilakukan pemerintah.

"Terlalu ketat masyarakat akan kasihan, karena itu pemerintah harus memberikan bantuan sosial, yang harus dipertimbangkan dan juga penting masyarakat harus disadarkan lagi bahwa situasi sekarang sangat berbahaya," tegas Tauhid.

Pemerintah juga perlu kembali membentuk kelompok-kelompok sadar Covid-19 sampai level bawah sama seperti awal pandemi. Kesadaran masyarakat juga menjadi poin penting untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Selanjutnya: Anies Baswedan: PSBB ketat diperpanjang selama 14 hari

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×