kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Kasus suap pajak, saksi sebut Bank Panin minta tidak diperiksa pajak


Senin, 04 Oktober 2021 / 18:46 WIB
ILUSTRASI. Kasus suap pajak, saksi sebut Bank Panin minta tidak diperiksa pajak


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Namun, lanjut Yulmanizar, Bank Panin tidak membayar commitment fee yang dijanjikan. Bank Panin hanya dapat menyanggupi Rp 5 miliar. Commitment fee diserahkan oleh Veronika Lindawati.

"(Yang 5 miliar diserahkan) ke atas semua kepada Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan dan Direktur (Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani)," ujar Yulmanizar.

Seperti diketahui, KPK menetapkan enam orang tersangka dalam kasus suap pajak. Yakni mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji dan Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan di Direktorat Jenderal Pajak, Dadan Ramdani.

Lalu, Kuasa Wajib Pajak Veronika Lindawati. Serta tiga konsultan pajak yakni Agus Susetyo, Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi.

Selanjutnya: Kasus suap pajak, Gunung Madu disebut janjikan commitment fee Rp 15 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×