kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kartu pra kerja akan tampung 2 juta peserta


Selasa, 12 November 2019 / 18:30 WIB
Kartu pra kerja akan tampung 2 juta peserta
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto


Reporter: Abdul Basith | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan program kartu pra kerja tahun depan. Program ini akan menampung sebanyak 2 juta peserta.

Peserta tersebut nantinya akan mendapatkan fasilitas pelatihan untuk pengembangan kemampuan. Meski begitu, angka yang dapat ditampung untuk program tersebut masih tergolong kecil.

Baca Juga: Jokowi minta pengawasan KIP ditingkatkan agar tepat sasaran

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut hanya sebagai jaring pengaman. Akan ada program lain yang dapat digunakan untuk menyerap tenaga kerja.

"Tentu ada program-program penciptaan lapangan kerja yang lain," ujar Airlangga usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Selasa (12/11).

Airlangga bilang potensi lapangan kerja yang tumbuh bisa mencapai 2,5 juta hingga 3 juta peluang kerja. Hal itu melihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, terdapat pula program lain yang ditargetkan untuk menciptakan lapangan kerja. Hal itu akan menambah peluang-peluang pekerjaan.

Baca Juga: Jokowi minta implementasi kartu pra kerja mulai 2020

Untuk program kartu pra kerja sendiri akan disediakan dana sebesar Rp 10 triliun. Dana tersebut akan disalurkan kepada pemegang kartu pra kerja untuk biaya pelatihan dan insentif. "Pemerintah sendiri menyiapkan dana pelatihan yang sifatnya terbuka," terang Airlangga.

Dana pelatihan yang didapat juga akan berbeda setiap peserta tergantung pelatihannya. Lebih rincinya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menambahkan insentif tersebut masih dalam pembahasan. "(Insentif) dalam proses penyiapan," kata Ida.

Dari 2 juta peserta akan dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 1,5 juta peserta akan menjadi peserta dengan skema digital sedangkan 500.000 sisanya mendapatkan kartu biasa.

Baca Juga: Kemenko perekonomian rumuskan 15 program prioritas perekonomian, ini rinciannya

Saat ini pemerintah tengah mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur hal tersebut. Rencananya Perpres akan diselesaikan tahun 2019 ini sehingga kartu pra kerja bisa diimplementasikan awal 2020 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×