kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kapal nelayan Indonesia terdampar di Malaysia


Selasa, 25 Oktober 2016 / 21:02 WIB
Kapal nelayan Indonesia terdampar di Malaysia


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

KUALA LUMPUR. Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menemukan satu kapal nelayan asal Natuna Indonesia dalam keadaan mesin mati dan terombang-ambing di tengah perairan Malaysia, Minggu (23/10).

"KBRI menerima informasi dari APMM, kemudian kapal tersebut ditarik ke Pangkalan APMM Kemaman," kata Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Kuala Lumpur Trigustono Suprayitno di Kuala Lumpur, Selasa (25/10).

Setelah berkoordinasi lebih lanjut, Satuan Tugas Perlindungan WNI (Satgas PWNI) KBRI Kuala Lumpur mendatangi APMM DM9 Kuantan Terengganu untuk meminta akses kekonsuleran bertemu dengan tiga nelayan Indonesia yang berada dalam kapal yang ditarik oleh APMM tersebut.

"Satgas PWNI menemui pegawai APMM Shahril dan Zhairee, yang kemudian memberikan akses untuk bertemu dengan ketiga nelayan bernama Yuhana (nakhoda), Jairianto, dan Ardiva. Para nelayan tersebut pada saat ditemui dalam keadaan sehat," katanya.

Dalam pertemuan dengan para nelayan tersebut, ujar dia, Satgas PWNI memfasilitasi komunikasi para nelayan dengan pemilik kapal atas nama Arian di Natuna dan menjajaki kemungkinan perbaikan kapal.

"Diputuskan kapal akan diperbaiki di Dungun, Malaysia dengan pembiayaan dari pemilik kapal. Perbaikan diperkirakan selesai dalam waktu empat hingga lima hari dengan biaya sekitar RM5.000," katanya.

Untuk perbaikan kapal dan izin tinggal selama kapal diperbaiki, ujar dia, Satgas PWNI KBRI Kuala Lumpur berkoordinasi dengan APMM.

"Para nelayan selanjutnya mendapatkan akses untuk memperbaiki kapal tersebut di bengkel setempat dan diperkenankan untuk menginap di markas APMM selama kapal dalam perbaikan," katanya.

Satgas juga telah memberikan bantuan makanan, pakaian, dan uang RM300 sebagai dukungan logistik selama para nelayan tersebut menunggu kapal selesai diperbaiki. "Satgas akan terus memantau perbaikan kapal tersebut.

Bila kapal telah selesai diperbaiki, kapal beserta nelayan akan berlayar kembali menuju Indonesia dengan dikawal oleh APMM hingga batas wilayah Malaysia," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×