kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kaji kembali postur setoran dividen BUMN


Jumat, 17 Februari 2017 / 20:19 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara bilang pemerintah mungkin akan lebih memperhatikan pergerakan penerimaan APBN, termasuk dari dividen BUMN. Di tahun ini pemerintah yang menargetkan penerimaan dividen BUMN senilai Rp 41 Triliun, kata Suahasil pembagian setorannya akan diatur oleh Kementerian BUMN.

"Untuk bagaimana caranya agar BUMN bisa memenuhi target setoran deviden di APBN 2017, nanti kami masih akan bicarakan dengan Kementerian BUMN," kata Suahasil pada KONTAN, Jumat (17/2).

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Padjajaran, Ina Primiana menyatakan pemerintah harus bisa mendorong masyarakat menggunakan perbankan untuk segala kegiatannya.

Serta tidak membebankan biaya terlalu banyak untuk perbankan. "Perbankan juga jangan dibebani oleh cost yang tidak seharusnya," ujar Ina.

Nah kalau setoran mengecil, kata Ina pemerintah mungkin hanya punya pilihan genjot pajak atau potong anggaran. Tapi kata Ina pemerintah tidak boleh sembarangan memotong anggaran.

"Pemerintah harus hati-hati jangan sembarangan potong anggaran, jangan sampai memotong anggaran proyek lanjutan atau yang sudah punya komitmen dengan pihak ketiga," pungkas Ina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×