kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Kabupate Sukabumi Memperluas Penerapan Teknologi Pertanian Modern


Minggu, 01 November 2026 / 12:08 WIB
Kabupate Sukabumi Memperluas Penerapan Teknologi Pertanian Modern
ILUSTRASI. Sinergi Kementan dan BPS Wujudkan Satu Data Pertanian Kabupaten Sukabumi (Dok/Kementan)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Alih fungsi lahan menjadi salah satu tantangan dalam menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sepanjang 2025, sekitar 350 hektare (ha) lahan sawah di wilayah tersebut telah beralih menjadi penggunaan nonpertanian.

Untuk mengimbangi penyusutan lahan, pemerintah daerah mendorong peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Salah satunya, penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) bersama Kementerian Pertanian.

Penerapan teknologi tersebut diperluas melalui Sekolah Lapang PM-AAS di Kelompok Tani Subur Rejeki, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat. Program ini memberikan pembelajaran teori dan praktik kepada petani. Mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga evaluasi hasil penerapan teknologi.

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas mengatakan, penerapan PM-AAS sejalan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. 

"Peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas perlu dilakukan melalui pemanfaatan teknologi serta pengelolaan usaha tani yang lebih efektif," ujar Andreas, dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10). 

Baca Juga: Kadin Ungkap Peluang Besar Swasta, 85% Ekonomi Indonesia di Luar APBN

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan terencana oleh Dinas Pertanian dan penyuluh. Mulai dari persiapan lahan hingga pascapanen. Kelompok tani juga diharapkan berpartisipasi aktif dalam penerapan dan evaluasi teknologi.

Sebelumnya, PM-AAS telah diterapkan di Kecamatan Palabuhanratu dan Waluran. Pada 15 Oktober 2026, demplot seluas 2.800 meter persegi di lokasi tersebut mencatat panen perdana dengan hasil ubinan tertinggi setara 11,2 ton per ha. Hasil ini menjadi indikasi awal potensi penerapan teknologi tersebut, meski masih memerlukan evaluasi sesuai kondisi agroekosistem setempat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin mengatakan, target penerapan PM-AAS di wilayahnya disesuaikan dari semula 5.981 ha menjadi 10.583 ha. Namun, hingga 29 Oktober 2026, realisasinya baru mencapai 234,94 ha sejak program dimulai pada Juni.

Sekolah Lapang PM-AAS direncanakan menjangkau 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, secara bertahap maupun serentak sesuai kesiapan wilayah. Kecamatan Cisaat menjadi salah satu lokasi potensial karena memiliki Lahan Sawah Baku (LBS) seluas 703,85 ha yang seluruhnya merupakan lahan beririgasi teknis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×