kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

MBG Diklaim Dorong Kehadiran Siswa di Sekolah, Ini Penjelasan Mendikdasmen


Minggu, 01 November 2026 / 09:18 WIB
MBG Diklaim Dorong Kehadiran Siswa di Sekolah, Ini Penjelasan Mendikdasmen
ILUSTRASI. Uji coba pembagian MBG secara prasmanan di Jakarta (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong semangat para siswa untuk datang dan mengikuti kegiatan belajar ke sekolah.

"Ada banyak penelitian kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak di sekolah. Jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah itu karena akan makan sehat bergizi," kata Mu’ti, dalam keterangan pers, Sabtu (31/10/2026).

Mu’ti mengibaratkan daya tarik tersebut dengan kegiatan Jumat Berkah di masjid yang mendorong masyarakat datang untuk mendapatkan makanan.

Baca Juga: Perkuat Pendidikan Profesi Advokat, PERADI Profesional Kerja Sama dengan 43 Kampus

Berbeda dengan kegiatan yang berlangsung setiap Jumat, program MBG dilaksanakan secara rutin pada hari sekolah.

"Itu saya kira mirip dengan banyak hadir ke masjid karena ada Jumat Berkah, kira-kira begitu. Tapi ini tiap hari, tidak setiap hari Jumat," ungkap Mu'ti.

Selain mendorong kehadiran siswa, Mu’ti juga menilai program MBG dapat menjadi sarana untuk menanamkan pendidikan karakter sejak dini.

Mulai dari mengantre dengan tertib, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, hingga menghargai makanan yang disajikan.

"Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antri, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih," ujar dia.

Mu’ti berharap, MBG tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mendukung semangat belajar siswa demi peningkatan kualitas pendidikan.

Baca Juga: Bos Lippo Group James Riady Dukung Program Prabowo Cetak Pemimpin Masa Depan

"Pembiasaan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah," tuturnya.

Sementara itu, terkait pendataan penerima MBG di lingkungan pendidikan, ia memastikan seluruh siswa telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Integrasi ini disempurnakan untuk memastikan penerima manfaat merupakan peserta didik yang terdata secara resmi dalam sistem pendidikan.

"Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan," imbuhnya.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/10/31/21434751/mendikdasmen-mbg-bikin-siswa-jadi-rajin-ke-sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×